Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Foto: Perseroan.

PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Foto: Perseroan.

Wow! Akulaku dan Provident Mau Tambah Saham di Bank Neo (BBYB)

Senin, 17 Januari 2022 | 14:34 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Akulaku grup dan Provident Grup akan meningkatkan kepemilikan saham mereka di PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Kedua grup ini akan menyerap penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue melalui penawaran umum terbatas (PUT) VI BBYB. Adapun, dalam aksi tersebut, perseroan menargetkan dapat mendapatkan dana segar Rp 5 triliun.

Kedatangan Akulaku dan Provident di BBYB telah muncul berdasarkan riset teranyar baru-baru ini yang diterbitkan Verdhana Sekuritas. Publikasi tersebut diklaim Verdhana bersumber dari diskusi mereka dengan William Li, CEO Akulaku yang notabene pengendali BBYB. 

Provident berkomitmen untuk membeli lebih banyak saham BBYB lewat rights issue selanjutnya. Akulaku pun percaya bahwa Provident bisa menjadi mitra strategis lantaran entitas tersebut mengedepankan strategi ekonomi hijau.

Baca juga: Akulaku Pengendali Bank Neo (BBYB) Mau Listing di Bursa AS, Incar Valuasi US$ 2 Miliar

Adapun, 20-30% dari pinjaman yang disalurkan oleh Akulaku disalurkan oleh BBYB dan berharap kemitraan seperti ini akan terus berlanjut di masa depan. Namun dalam jangka panjang, BBYB diharapkan lebih fokus pada produk direct lending-nya. BBYB menargetkan untuk mengucurkan pinjaman Rp 5 triliun melalui pinjaman langsung pada tahun 2022.

Di sisi lain, pembelajaran mesin Akulaku dapat diimplikasikan untuk BBYB, karena metodologi yang digunakan untuk menganalisis data adalah sama. Namun, kira-kira akan memakan waktu 2 tahun agar pembelajaran mesin terutama sistem penilaian kredit untuk membangun model yang ideal.

Adapun, biaya akuisisi pelanggan BBYB saat ini berkisar antara US$ 3-4 per pengguna. BBYB merasa yakin dengan tingkat biaya akuisisi pelanggan saat ini, karena perseroan menargetkan untuk menumbuhkan basis pelanggannya secepat mungkin sebelum fokus pada pinjaman langsung.

Baca juga: Pengesahan Akulaku Menjadi Pengendali Bank Neo Commerce Ditunda

Per 30 November 2021, Winato Kartono, pendiri Provident Capital yang juga aktif menjadi Komisaris PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) hingga tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi individu pemegang saham terbesar di BBYB dengan kepemilikan 120,4 juta lembar saham BBYB atau setara 1,61%. Jumlah besar juga ditebus oleh Direktur Provident yakni Hardi Wijaya Liong dengan kepemilikan saat itu 82,47 juta lembar saham atau setara 0,88% saat rights issue V. Hardi saat ini dalam perannya sebagai pengelola Provident Capital juga ditempatkan sebagai Wakil Direktur Utama TBIG dan Direktur di MDKA.  Dokumen yang sama juga menunjukkan Provident Growth Fund II GP Ltd memborong 71,81 juta lembar (0,96%) dan Provident Advisor Ltd dengan kepemilikan 40,71 juta lembar (0,54%). Dengan demikian, kepemilikan terafiliasi Provident ini jika digabungkan setara dengan 3,99%.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN