Menu
Sign in
@ Contact
Search
Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

Wujudkan Top 10 Global Sharia, BSI (BRIS) Bersiap Rights Issue

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:28 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) mengumumkan rencana penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) I atau rights issue pada kuartal IV-2022. Aksi ini diharapkan menaikkan capital adequacy ratio (CAR) perseroan dari 17% menjadi 20%.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6 miliar saham seri B perseroan dengan nilai nominal Rp 500 per saham. “Saham baru tersebut akan diterbitkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Saham baru tersebut juga akan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham Seri B Perseroan lainnya yang telah ditempatkan dan disetor,” kata Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho melalui keterangan tertulis pada Kamis (18/8/2022).

Baca juga: BSI (BRIS) Mau Rights Issue, Segera Minta Restu

Dia menuturkan, rights issue ini dilakukan untuk mendukung ekspansi pertumbuhan BSI, baik secara organik maupun anorganik. Di mana BSI memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan dengan compound annual growth rate (CAGR) di atas 15% sampai tahun 2025. “Maka untuk mendukung rencana tersebut, BSI membutuhkan tambahan permodalan (ekuitas) agar Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan dapat mencapai di atas 20% pada akhir 2025. Saat ini, CAR BSI berada di kisaran 17%. Hal tersebut juga sesuai dengan average CAR Top 10 National Bank dan menjaga level of comfort market,” jelas dia.

Ekspansi pertumbuhan BSI tersebut sejalan dengan visi perseroan untuk menjadi Top 10 Global Sharia Bank. Aksi korporasi tersebut direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September 2022 untuk meminta persetujuan rencana rights issue tersebut.

Adapun, ketentuan-ketentuan PMHMETD I, termasuk harga pelaksanaan dan jumlah final atas saham baru yang diterbitkan akan diungkapkan dalam prospektus yang akan diterbitkan pada waktunya sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

Penggunaan Dana

Cahyo menegaskan, seluruh dana yang diterima dari PMHMETD I (setelah dikurangi dengan biaya-biaya dan pengeluaran-pengeluaran terkait emisi saham baru), akan digunakan BSI untuk penyaluran pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

“Dengan rights issue ini, BSI akan memiliki kecukupan modal yang baik dengan CAR dapat tetap terjaga di kisaran 20% dan penambahan probability yang optimal bagi pemegang saham dengan proyeksi dan Return On Equity (ROE) di atas 20% dalam waktu menengah hingga jangka panjang” jelasnya.

Baca juga: BSI (BRIS) Kian Fokus Garap Pusat Keuangan Syariah di Dubai

Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya, maka persentase kepemilikannya atas perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 12,73%.

Sebagai salah satu institusi perbankan berdasarkan prinsip syariah di Indonesia, BSI mampu menorehkan kinerja yang cukup baik di tengah situasi yang menantang akibat pandemi Covid-19.

Seluruh indikator keuangan BSI pun memiliki kinerja yang cukup optimal. Pada triwulan I/2022, BSI menorehkan capaian positif dengan membukukan laba bersih mencapai Rp987,68 miliar atau naik 33,18% secara year on year (YoY). Melalui raihan tersebut BSI semakin siap berlari dan optimistis meraih pertumbuhan berkelanjutan di masa datang. 

Hingga triwulan I-2022, BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp177,51 triliun atau tumbuh 11,59% yoy, dengan komposisi yakni pembiayaan konsumer yang tumbuh 20,73%, pembiayaan mikro tumbuh 22,42% dan gadai emas tumbuh 8,96%. Capaian itu didukung  pembiayaan sehat dengan rasio non performing financing (NPF) net sebesar 0,90%.

Dari sisi aset, BSI saat ini berada di peringkat tujuh secara nasional sekaligus menjadi bank syariah terbesar di Indonesia. Sedangkan dari sisi pembiayaan BSI berada pada peringkat enam secara nasional, adapun dari sisi  jaringan, BSI didukung oleh lebih dari 1.500 outlet dan lebih dari 2.500 jaringan ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com