Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jaringan XL Axiata (Foto: XL Axiata/IST)

Jaringan XL Axiata (Foto: XL Axiata/IST)

XL Kembali Cetak Laba, Ini Rahasianya

Farid Firdaus, Jumat, 1 November 2019 | 15:49 WIB

JAKARTA, investor.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL) meraup pendapatan Rp 18,72 triliun hingga kuartal III-2019, melonjak 11% dibanding periode sama tahun lalu Rp 16,89 triliun. Seiring itu, perseroan berhasil mencetak laba bersih Rp 498 miliar, jauh lebih baik dibandingkan kuartal III-2018 yang membukukan rugi bersih Rp 145 miliar.

Hingga September 2019, EBITDA XL mampu melesat 19% menjadi Rp 7,35 triliun dari periode sama tahun lalu Rp 6,16 triliun. Alhasil, laba bersih yang telah dinormalisasi mencapai Rp 505 miliar, berbanding dari rugi bersih yang dinormalisasi Rp 67 miliar.

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil usaha keras dalam mendorong penggunaan layanan oleh pelanggan melalui upselling layanan data. Hal ini pada akhirnya mampu meningkatkan average revenue per user (ARPU) blended pada kuartal ini, yang naik menjadi Rp 36 ribu dari Rp 34 ribu di kuartal sebelumnya.

“Pendorong utama keberhasilan melakukan upselling pada pelanggan merupakan inisiatif perusahaan dalam menerapkan customer value management yang berbasis analytics dengan memanfaatkan platform Omni Channel,” kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (1/11).

Upaya ini, lanjut Dian, termasuk pemanfaatan digital IT dan data analytics untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, sehingga perusahaan bisa lebih mudah dalam menyediakan serta menawarkan layanan yang dibutuhkan pelanggan.

Dian menambahkan, kenaikan pendapatan XL didorong oleh kenaikan pada pendapatan layanan sebesar 16% secara year on year (yoy) menjadi Rp 16,98 triliun dan pendapatan data yang melonjak hingga 30% menjadi Rp 14,94 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pada saat yang sama, perusahaan juga berhasil melakukan efisiensi biaya sehingga mampu meningkatkan EBITDA sebesar 19% yoy, yang sekaligus lebih tinggi dari pendapatan dan mendorong peningkatan EBITDA margin menjadi sebesar 39% dari 36% di kuartal III-2018.

Dian menambahkan, bersama dengan penerapan strategi dual brand, investasi pada perluasan jaringan data telah ikut mendorong posisi XL Axiata sebagai brand pilihan bagi para pengguna smartphone di Indonesia. Hal inilah yang kemudian turut meningkatkan penetrasi pengguna smartphone menjadi sekitar 86% atau 47,7 juta dari total pelanggan. XL pun mampu memperbesar kontribusi pendapatan dari layanan data menjadi 88% dari total pendapatan layanan perusahaan.

Selain itu, jumlah pengguna data naik menjadi 88% yoy dari total pelanggan, 70% di antaranya menggunakan data 4G. Menurut Dian, pencapaian tersebut menempatkan perusahaan pada posisi yang lebih kuat dalam menghadapi dampak terus menurunnya pendapatan dari layanan tradisional seperti dan suara SMS. Per September 2019, total jumlah pelanggan XL meningkat menjadi 55,5 juta dari 53,9 juta di periode sama tahun sebelumnya.

“XL memang terus melanjutkan perluasan dan peningkatan kapasitas jaringan data terutama di luar Jawa. Sebagai hasilnya, hingga kuartal III- 2019, jumlah base transceiver station (BTS) telah meningkat tajam menjadi total 129 ribu unit,” jelas Dian.  

Tercatat, perseroan memiliki lebih dari 53 ribu unit BTS 3G dan lebih dari 39 ribu BTS 4G. Layanan 4G dari perseroan kini hadir di 410 kota kabupaten, di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di luar Jawa. Selain itu, fiberisasi juga terus dipergencar seiring dengan terus meningkatnya trafik data.

Dian menjelaskan, total trafik di seluruh jaringan perseroan meningkat tajam sebesar 56% you selama Januari-September 2019. Pertumbuhan tinggi ini mayoritas terjadi di layanan data, terutama pada layanan 4G. Sejak perusahaan fokus berinvestasi jaringan di luar Jawa mulai 2016 hingga saat ini, kinerja dari luar Jawa menunjukkan performa yang kuat.

“Pendapatan dari wilayah luar Jawa juga terus meningkat menggungguli pertumbuhan di Jawa, dan tentu saja ikut meningkat pula kontribusinya pada pendapatan perusahaan,” jelas dia.

Selama Januari-September 2019, perseraon telah melakukan pembayaran atas pinjaman bank sebesar Rp 750 miliar dengan menggunakan dana internal. Hingga 30 September 2019, perusahaan tidak memiliki pinjaman dalam mata uang dolar AS.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA