Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

XL Kembali Percepat Pembayaran Utang US$ 100 Juta

Rabu, 28 Oktober 2015 | 05:41 WIB
ah

JAKARTA – PT XL Axiata Tbk (EXCL) kembali mempercepat pelunasan utang sebesar US$ 100 juta kepada Royal Bank of Scotland (RBS). Dengan demikian, perseroan telah membayar utang senilai total US$ 580 juta sejak September 2015.

 

“Hingga saat ini, seluruh pinjaman eksternal yang dimiliki XL dalam dolar AS yang tidak di-hedge telah dilunasi dan XL hanya memiliki pinjaman eksternal dalam dolar AS yang telah di-hedge,” ungkap Direktur Utama XL Axiata Dian Siswarini dalam keterangan resmi, Selasa (27/10).

 

Dian menjelaskan, pembayaran utang kepada RBS seiring pencairan pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun dari Bank Mitsui Indonesia. Dengan menyelesaikan seluruh pinjaman berdenominasi dolar AS yang tidak dilindung nilai, maka beban perseroan akan berkurang dan dapat mendukung kinerja keuangan XL ke depan.

 

“Kami menyadari sepenuhnya konsekuensi dari kondisi perekonomian global terhadap perseroan, termasuk pinjaman XL dalam mata uang asing,” ujar dia.

 

XL juga mengkaji penerbitan sukuk ijarah bekelanjutan I tahap I sekitar Rp 1-1,5 triliun pada kuartal IV-2015. Hasil penerbitan surat utang syariah itu akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan.

 

Direktur Keuangan XL Axiata Mohamed Adlan pernah mengatakan, perseroan memilih penerbitan sukuk dibanding surat utang konvensional ,lantaran karakter sukuk yang mampu menarik minat investor secara luas. Sukuk ijarah saat ini diperkirakan mampu menarik appetite tidak hanya investor syariah, tapi juga investor konvensional.

 

“Terkait cost of fund surat utang syariah itu juga tergantung pasar nanti, tapi intinya kami ingin menyasar investor yang lebih luas,” jelas dia kepada Investor Daily, belum lama ini.

 

Adlan mengaku hingga kini nilai kepastian penebitan sukuk masih dihitung. Perseroan juga masih menunggu izin penerbitan sukuk dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Sementara itu, induk usaha XL Axiata, yaitu Axiata Group, berencana menerbitkan sukuk senilai US$ 1,5 miliar tahun ini. Axiata Group melalui anak usahanya, Axiata SPV2, telah mendapatkan peringkat Baa2/BBB untuk sukuknya.

 

CIMB dan Deutsche Bank akan membantu transaksi tersebut. Sebelum penerbitan sukuk, Axiata SPV2 akan bertemu dengan investor di Doha, Qatar, pada 27 Oktober. Selanjutnya di Abu Dhabi, Dubai, dan London masingmasing pada 28, 29 dan 30 Oktober tahun ini. (fik)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN