Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memantau obligasi dan rupiah di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan memantau obligasi dan rupiah di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Yield Obligasi AS Naik, Ini Pengaruhnya ke Pasar SUN

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:52 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun telah naik menembus 1,7% pada Rabu (5/1) waktu setempat, tertinggi sejak awal April 2021.

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana menjelaskan, kenaikan imbal hasil obligasi AS atau US treasury yield itu tentu akan berdampak pada kenaikan imbal hasil dari surat utang negara (SUN).

“Kenaikan yield US treasury tentu ada pengaruhnya karena merupakan benchmark untuk semua yield obligasi negara termasuk Indonesia. Jadi mungkin kenaikan yield US treasury akan menaikkan yield SUN,” jelas Fikri kepada Investor Daily, Kamis (6/1).

Baca juga: Lelang Perdana SUN 2022, Penawaran Capai Rp 77,58 Triliun!

Tapi, lanjut dia, dalam beberapa hari ini kenaikan imbal hasil SUN belum sebesar imbal hasil US treasury karena ada beberapa faktor. Namun ke depan kemungkinan masih akan bergerak dengan arah yang sama.

Dia menjelaskan, imbal hasil SUN akan terus naik terkait juga dengan sejumlah kebijakan. Fikri mengungkapkan, setelah ada rilis rapat Federal Reverse (The Fed) yang menyatakan bahwa selain tapering off yang dipercepat, juga kemungkinan ada normalisasi balance sheet, dan ditambah kemungkinan ada kenaikan suku bunga acuan The Fed.

“Ketiga hal tersebut kemungkinan akan menaikkan yield US treasury dalam jangka pendek, lebih ke cepat. Tetapi kalau melihat dari balance sheet yang dilakukan tentunya nanti jumlah uang yang beredar dari US-nya atau USD-nya naik, jadi kemungkinan USD indexnya relatif lebih tertahan tapi kemungkinan tertahannya dalam jangka panjang sih juga, sehingga mungkin akan menormalisasi kenaikan US treasury yang terjadi,” papar dia.

Lebih jauh, dia menekankan, secara umum kenaikan Fed fund rate kemungkinan juga menaikan yield US treasury apalagi jika Fed rate naik pada Maret.

Baca juga: Fokus Pasar: The Fed Putuskan Pengurangan Pembelian Obligasi jadi US$ 30 Miliar

“Artinya setelah tapering off selesai, Fed rate naik jadi mungkin tekanannya lebih cepat, kemungkinan akan berpengaruh pada yield US treasury jangka pendek, khususnya akan relatif lebih tinggi kenaikannya. Kalau ini terjadi, pertama benchmark untuk yield SUN juga akan naik artinya akan yield spread antara yield us treasury dan yield SUN asumsinya sama kemungkinan akan menaikan yield dari SUN,” jelas Fikri.

Lalu, ungkap dia, jika terjadi kenaikan yield US treasury kemungkinan orang akan merubah portofolio mereka kembali ke AS sehingga kemungkinan akan terjadi capital outflow di Indonesia. Kalau capital outflow terjadi di Indonesia kemungkinan akan terjadi rupiah yang terdepresiasi.

“Pada saat yang sama tekanan terhadap penjualan SUN terjadi sehingga yield SUN akan meng-catchup kenaikan dari yield us treasury juga,” ungkap dia.

Sementara itu, Associate Director Pilarmas Investindo Maximilianus Nicodemus mengungkapkan, dampaknya dari naiknya imbal hasil obligasi Pemerintah AS itu tentu akan mendorong imbal hasil SUN mengalami kenaikan.

“Itu tentu juga di mana akan mendorong harga obligasi mengalami penurunan. Dan itu terlihat sudah dari 4-6 minggu yang lalu,” kata Nicodemus.

Adapun dari Indonesian Bond Pricing Agency (IBPA) mencatat yield obligasi Pemerintah Indonesia untuk tenor 10 tahun sebesar 6,5723% per 5 Januari 2022.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN