Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Tokocrypto Pang Xue Kai (kiri) dan CEO BRI Ventures Nicko Widjaja (kanan) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Tokocrypto dengan BRI Ventures di T-Hub Batu Belig, Bali pada 20 Januari 2022.

CEO Tokocrypto Pang Xue Kai (kiri) dan CEO BRI Ventures Nicko Widjaja (kanan) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Tokocrypto dengan BRI Ventures di T-Hub Batu Belig, Bali pada 20 Januari 2022.

Yuk Ikutan! Blockchain Akselerator Binaan Tokocrypto dan BRI Ventures Lagi Cari 8-10 Start-Up Blockchain

Kamis, 20 Januari 2022 | 16:34 WIB
Lona Olavia

SEMINYAK, investor.id – Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) tengah mencari 8-10 start-up di bidang blockchain yang nantinya akan mengembangkan Non Fungible Token (NFT), GameFi, dan Decentralized Finance (DeFi). TSBA sendiri merupakan blockchain akselerator binaan Tokocrypto melalui TokoLaunchpad yang berkolaborasi dengan BRI Ventures melalui inisiatifnya Sembrani Wira Akselerator.

VP of Investment and Business Development BRI Ventures Markus Liman Rahardja mengungkapkan, ada beberapa kriteria yang dicari TSBA dalam proyek ini. Misalnya, sudah mendapatkan pendanaan, memiliki pengembangan blockchain, sudah memiliki produk atau white paper secara tokenomics.

Baca juga: Tokocrypto dan BRI Ventures Bentuk Kolaborasi Luncurkan Blockchain Akselerator “TSBA”

“Ekspektasi kita bisa temukan start-up baru di sisi blockchain, mau itu DeFi, proyek NFT atau yang lainnya. Kita mau melihat dan bereksperimen terhadap start-up yang lebih siap di industri ini. Blockchain baru kedengeran setahun belakangan ini, tapi kita melihat potensinya masih luas sekali,” ungkapnya dalam penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) di T-Hub Batubelig, Bali, Kamis (20/1).

Markus menambahkan, pihaknya meyakini bahwa dalam 10 tahun mendatang, teknologi blockchain merupakan suatu hal yang mainstream dan akan digunakan secara umum. Oleh karena itu, dia ingin BRI Ventures memulai pengembangannya sedini mungkin agar ketika nanti teknologi blockchain sudah jadi mainstream, BRI Ventures bisa jadi top player pada industri ini. 

Namun sayangnya, banyak proyek blockchain yang justru kesulitan untuk mencari pendanaan. Oleh karena itu, pihaknya akan hadir sebagai salah satu pihak yang akan membantu dalam mencari dana tersebut, sementara Tokocrypto akan lebih berfokus pada pengembangan blockchain, menyiapkan white paper hingga tokenomics proyek tersebut.

Head of TokoLaunchpad Tigran Adiwirya menambahkan, saat ini kebutuhan atas pengembang blockchain saat ini masih minim suplainya, padahal potensinya dan kebutuhan atas SDM tersebut amatlah tinggi.

Baca juga: Tokocrypto dan Telkom University Buka Pusat Inovasi Blockchain di Bandung

“Resources khususnya arsitek blockchain dan tokenomics spesialis yang bisa mengaudit system blockchain saat ini nilainya lebih mahal daripada cash, karena cash ini cukup banyak. Jadi, ini yang kita cari dari program ini,” katanya.

Sebagai informasi, proses registrasi bagi proyek maupun start-up berbasis blockchain untuk mengikuti akselerator TSBA akan ditutup pada 10 Februari 2022, pengumuman mengenai peserta yang lolos seleksi akan diumumkan pada 14 Februari 2022, sementara kick-off akselerator akan dimulai pada 21 Februari 2022. Di dalam akselerator, para peserta akan dibimbing langsung oleh mentor berskala global dan nasional, diantaranya, Nicko Widjaja, Pang Xue Kai, Teguh K. Harmanda, Nanda Ivens, Markus Liman Rahardja, dan Erik Hormein.

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN