Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Zipmex (Ist)

Ilustrasi Zipmex (Ist)

Zipmex Raih Investasi Rp 584,61 Miliar dari Krungsri Finnovate

Sabtu, 4 September 2021 | 16:06 WIB
Lona Olavia

JAKARTA – Zipmex raih dana investasi senilai US$ 41 juta atau sekitar Rp 584,61 miliar. Pendanaan ini didapatkan dari Krungsri Finnovate Company Limited, modal ventura korporasi yang merupakan anak perusahaan Bank of Ayudhya dan perusahaan multimedia terbuka, Plan B Media dan Master Ad (MACO) dari Thailand di putaran investasi seri B.

“Momen ini menjadi penanda pertama kalinya bank papan atas dan perusahaan media multinasional yang telah melantai di bursa berinvestasi dalam platform aset digital. Melalui pendanaan ini, Zipmex bersama investor strategis baru kami akan berusaha menjangkau jutaan pelanggan di Asia Tenggara dan Australia. Sehingga diharapkan dalam tiga bulan mendatang, jumlah pelanggan di ekosistem Zipmex akan bertambah hingga lebih dari 400 ribu,” kata CEO & Co-Founder Zipmex Marcus Lim dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9).

Desember 2019 lalu, Zipmex telah meluncurkan proyek ZMT. Dengan dukungan dari seluruh investor ZMT, pihaknya berhasil mengintegrasikan proyek ini ke setiap aspek produk dan bisnis Zipmex. Sebagai inti dari bisnis perusahaan, suplai ZMT dibatasi hanya sebanyak 200 juta saja.

Dengan pembatasan jumlah token, ZMT akan menjadi aset eksklusif dan sangat dinanti oleh masyarakat. Secara spesifik, ZMT menjadi sumber daya untuk seluruh produk Zipmex di berbagai negara, mulai dari ZipExchange atau bursa itu sendiri, ZipUp, ZipLock, ZipSpend, hingga ZipStock.

Marcus menambahkan, dalam beberapa bulan mendatang, Zipmex akan meluncurkan Z Launch, sebuah platform yang ditujukan bagi pemegang token ZMT untuk mendapatkan bonus token baru dari berbagai proyek token atau koin berpotensi tinggi.


“Bukan cuma itu saja, kami juga telah meluncurkan versi beta ZipWorld di Thailand, dan dalam waktu dekat akan diluncurkan pula di Indonesia. Kami juga berencana mengintegrasikan ZipWorld dengan non-fungible tokens (NFT) yang saat ini sedang boomingUse case inilah yang nantinya akan mendorong permintaan ZMT menjadi lebih tinggi dan membuat ZMT menjadi standar baru dalam berinovasi di dunia kripto,” pungkasnya.

Secara terpisah, Accelerating Asia, perusahaan modal ventura (venture capital/VC) tahap awal sekaligus akselerator meluncurkan Program Pendanaan II. Target pendanaan sebesar US$ 20 juta atau setara Rp 284 miliar telah terkumpul sebanyak 50% dalam bentuk komitmen lunak dari para investor dan partner. Program pendanaan ini akan memulai penyebaran modal pada tahun ini, dengan fokus pada investasi awal hingga pra-Seri A ke sejumlah startup berpotensi tinggi dari seluruh Asia Tenggara dan Asia Selatan. Dalam sebuah inisiatif baru dari Accelerating Asia, sebagian persentase dari Pendanaan II akan diserahkan sebagai filantropi korporat sebagai bagian dari Pledge 1%.

Program Pendanaan II dilakukan sesuai jadwal penutupan putaran pada akhir tahun ini, dengan jumlah komitmen sebesar US$ 10 juta yang telah diamankan Accelerating Asia, dari “Limited Partners” dan mitra ekosistem pada Pendanaan I.

Melalui Pendanaan II, Accelerating Asia akan meningkatkan jumlah investasi hingga US$ 250 ribu per startup. Pada program ini, investasi akan mengincar lebih banyak perusahaan startup, dengan model bisnis yang layak dan memberikan solusi inovatif dan layak secara komersial, demi mewujudkan kebaikan nyata di seluruh kawasan.

Di dalam kurun waktu satu tahun selama penyelesaian program akselerator Accelerating Asia, 80 persen startup portofolio telah menerima pendanaan lanjutan dari para perusahaan modal ventura di wilayah sekitar, termasuk D4V, Chiba Dojo Fund, Headline Asia, Impact Collective, SOSV, MDI Ventures, Falcon Network, dan Anchorless.

“Jumlah startup unicorn diperkirakan akan terus meningkat di Asia Tenggara hingga tahun 2025 mendatang dan kami yakin sekarang adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi pada tahap awal untuk memanfaatkan pendapatan return yang besar di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Dengan daya tarik dan minat investor yang tinggi, sejumlah startup binaan kami berada di jalur yang tepat dalam untuk menerima pendanaan Seri A dalam kurun waktu 6-12 bulan setelah lulus program kami dan menerima investasi dari kami. Kami percaya, mereka berada di tempat yang cocok untuk tumbuh dan berkembang, serta sangat mungkin menjadi bagian dari lusinan startup unicorn yang diharapkan terus meningkat pada 2025 nanti,” jelas Co-Founder dan General Partner Accelerating Asia Amra Naidoo.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN