Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu Kantor BCA. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Salah satu Kantor BCA. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Harga Naik, Market Cap BBCA Lompat ke Level Rp 955,38 Triliun

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:14 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Kapitalisasi pasar saham (market cap) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali terdongkrak ke level Rp 955,38 triliun setelah harga saham ini mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (14/10) Bursa Efek Indonesia (BEI). Kapitalisasi tersebut dihitung dari total jumlah saham perseroan, baik yang listing 99% dan tidak listing 1% saham, mencapai 123,27 miliar unit untuk 100% saham.

Berdasarkan  Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 tahun 1999 tentang  Pembelian Saham Bank Umum yang antara lain menerapkan bahwa saham bank hanya boleh tercatat di bursa efek sebanyak-banyaknya 99%, maka dari jumlah saham dalam modal ditempatkan dan  disetor penuh perseroan setelah stock split  sejumlah 123.275.050.000 saham, maka jumlah saham yang tidak dicatatkan oleh perseroan adalah sebanyak 1.232.750.500 saham atas nama
PT Dwimuria Investama Andalan.

Harga saham BBCA bergerak menguat dengan kenaikan Rp 225 (2,99%) menjadi Rp 7.750. Kenaikan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar perseroan melonjak menjadi Rp 955,38 triliun , dibandingkan market cap kemarin senilai Rp 927,64 triliun.

Lonjakan market cap tersebut memperkokoh posisi BBCA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Penguatan harga saham BBCA tersebut menjadikan kapitalisasi pasar perseroan jauh meninggalnya pesaingnya diurutan kedua PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 524,21 triliun, peringkat ketiga PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 379,40 triliun, peringkat keempat PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 331,47 triliun, dan peringkat kelima PT Astra International Tbk (ASII) sebanyak Rp 252 triliun.

Lonjakan kapitalisasi pasar BBCA mulai terjadi setelah perseroan menuntaskan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5, yaitu satu saham lama dipecah menjadi lima saham baru. Nilai nominal per saham BBCA sebelum stock split adalah Rp 62,5 dipecah menjadi Rp 12,5. Sedangkan harga saham setelah stock split berada di level Rp 7.325.

“Dengan harga baru yang mulai diperdagangkan hari ini, perseroan berharap harga saham BCA menjadi relatif terjangkau dan mendapat sambutan positif dari investor, terutama investor pemula yang saat ini aktif berinvestasi di pasar modal," Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (13/10).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN