Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Budi Hartono dan Michael Hartono. Foto: IST

Budi Hartono dan Michael Hartono. Foto: IST

Saham BBCA Menguat, Harta Duo Hartono Bertambah Rp 15,25 Triliun dalam Sehari

Kamis, 14 Oktober 2021 | 23:20 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id -- Kekayaan duo bersaudara orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Bambang Michael Hartono, di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak Rp 15,25 triliun dalam sehari dari Rp 509,66 triliun menjadi Rp 524,91 triliun.

Lonjakan tersebut terjadi setelah harga saham BBCA menguat Rp 225 (2,99%) menuju rekor tertingi baru Rp 7.750 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/10). Sedangkan duo Hartono melalui PT Dwimuria Investama Andalan menguasai sebanyak 67,72 miliar atau 54,94% saham BBCA yang terdaftar di BEI.

Penguatan harga tersebut juga menjadikan kapitalisasi pasar saham (market cap) BCA kembali meroket menjadi Rp 945,82 triliun kemarin, dibandingkan penutupan perdagangan saham sehari sebelumnya di level Rp 918,36 triliun. Lonjakan market cap tersebut memperkokoh posisi BBCA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Bahkan, market cap BBCA kian jauh meninggalnya pesaingnya di urutan kedua PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 524,21 triliun, peringkat ketiga PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 379,40 triliun, peringkat keempat PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 331,47 triliun, dan peringkat kelima PT Astra International Tbk (ASII) sebanyak Rp 252 triliun.

Penguatan kapitalisasi pasar BBCA berangsur-angsur terjadi setelah perseroan mengumumkan korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5, yaitu satu saham lama dipecah menjadi lima saham baru. Nilai nominal per saham BBCA sebelum stock split adalah Rp 62,5 dipecah menjadi Rp 12,5. Sedangkan harga saham setelah stock split berada di level Rp 7.325.

“Dengan harga baru yang mulai diperdagangkan hari ini, perseroan berharap harga saham BCA menjadi relatif terjangkau dan mendapat sambutan positif dari investor, terutama investor pemula yang saat ini aktif berinvestasi di pasar modal," Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (13/10).

Perbaikan Fundamental

Sementara itu, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo dalam risetnya mengatakan, investor menyambut baik stock split saham BBCA yang tercermin dari penguatan harga saham tersebut. Bahkan, nilai transaksi saham BBCA mencapai level tertinggi sepanjang tahun ini senilai Rp 1,6 triliun pada perdagangan Rabu (13/10).

Tidak hanya itu, dia mengatakan, aksi stock split BBCA juga berimbas terhadap peningkatan minat beli asing terhadap saham ini. Berdasarkan data pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham BBCA senilai Rp 225 miliar sepanjang Kamis melanjutkan aksi serupa dalam beberapa hari sebelumnya.

Stock split saham tersebut tidak berkorelasi terhadap fundamental perseroan. Penguatan harga saham BBCA lebih dipengaruhi atas mulai pulihnya bisnis sektor perbankan dalam beberapa bulan terakhir dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (14/10).

Pemulihan tersebut, ungkap dia, terlihat dari tren peningkatan kredit perbankan sejak Agustus tahun ini. Pertumbuhan tersebut diproyeksikan terus berlanjut, seiring dengan pelonggaran PPKM Jawa dan Bali. Perbaikan fundamental bank juga didukung biaya dana yang cenderung murah, peningkatan pendapatan non bunga, dan pendapatan inti bank untuk beberapa bulan mendatang.

“Jadi alasan utama penguatan harga saham BBCA adalah perbaikan fundamental sektor perbankan dalam beberapa bulan terakhir dan diharapkan berlanjut hingga akhir tahun,” terangnya

Sebelumnya, Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan laba bersih BCA tahun ini sebesar Rp 29,92 triliun atau turun dari proyeksi sebelumnya Rp 33,28 triliun. Mirae juga merevisi perkiraan pertumbuhan kredit BCA dari 7,7% menjadi 5% pada tahun ini.

 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN