Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Karyawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Saham Pilihan untuk Trading 25 Januari dan Target Harganya

Rabu, 25 Jan 2023 | 08:48 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sebagian besar analis memprediksi IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas. Untuk itu, simak saham pilihan trading 25 Januari dan target harganya.

Pada perdagangan Selasa (24/1/2023) IHSG ditutup melemah sebesar 14 poin (0,20%) ke level 6.860. Sektor Kesehatan, industry, infrastruktur, energi, property & real estate, keuangan, konsumen non primer bergerak negatif mendominasi penurunan IHSG.  

Indeks-indeks Wall Street cenderung sideway di Selasa (24/1/2023) pasca penguatan signifikan di Senin (23/1/2023). Pergerakan indeks-indeks Wall Street tersebut dipengaruhi oleh rilis kinerja keuangan 2022 oleh sejumlah perusahaan di AS. Pekan ini menandai dimulainya periode rilis kinerja keuangan 2022. Pelaku pasar di AS juga kembali mengantisipasi hasil FOMC pada 31 Januari hingga 1 Februari 2023 dimana The Fed diyakini kembali menaikan sukubunga acuan, namun dengan nilai yang lebih kecil dibanding sebelumnya, yaitu sebesar 25 bps.

Baca juga: Kejutan Lo Kheng Hong dan Hubungannya dengan Hermanto Tanoko

Advertisement

Pergerakan serupa juga dicatatkan oleh mayoritas indeks di Eropa pada perdagangan Selasa (24/1/2023). Indeks manufaktur di Euro Area naik ke 48.8 di Januari 2023 dari 47,8 di Desember 2022 dan indeks non-manufaktur di Euro Area kembali ke level ekspansif (50,7) di Januari 2023 dari 47.8 di Desember 2022. Akan tetapi, realisasi indeks manufaktur dan non-manufaktur di Jerman dan Inggris masih mixed di Januari 2023. Nampaknya hal ini yang membayangi indeks-indeks regional Eropa di Selasa (24/1).

Dari pasar komoditas, harga minyak dunia melemah lebih dari 1% di Selasa (24/1/2023), namun masih bertahan di atas US$ 80 per barel. Harga crude oil bertahan di US$ 80,66 per barel (turun 1,2%), sementara harga brent oil berada di US$ 87,04 per barel (turun 1,3%) di perdagangan Selasa (24/1/2023).

Saham Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada hari Rabu, memimpin dari perjuangan Wall Street untuk mendapatkan arah karena pasar Tiongkok dan Hong Kong tetap tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Baca juga:Perusahaan Investasi Itu Bernama Indika Energy (INDY)

Di Korea Selatan, Kospi naik 1,3%, sedangkan Kosdaq naik 1,16% pada jam pertama perdagangan. Nikkei 225 Jepang turun 0,22% dan Topix turun 0,06%. S&P/ASX 200 Australia turun 0,43% karena investor menunggu rilis pembacaan inflasi negara tersebut.

Melihat kondisi tersebut, para analis merekomendasikan beberapa pilihan saham untuk trading dan target harganya. Dimulai dari analis dari Mandiri Sekuritas yang memberikan saham pilihan, yaitu

Baca juga: Ajaib Sekuritas: IHSG Mixed, Tiga Saham Bakal Melesat

AMRT  

Rekomendasi: Buy

Harga penutupan: 2.670  

Target harga: 2.750

Stop loss/Reversal: 2.620                    

Support: 2.620   

Resistance: 2.750

BRMS  

Rekomendasi: Speculative buy

Harga penutupan: 199

Target harga: 210

Stop loss/Reversal: 195                     

Support: 195 

Resistance: 210   

BUKA

Rekomendasi: Speculative buy

Harga penutupan: 278  

Target harga: 290

Stop loss/Reversal: 274                     

Support: 274    

Resistance: 290  

WIRG  

Rekomendasi: Speculative buy

Harga penutupan: 162

Target harga: 178

Stop loss/Reversal: 158                     

Support: 158   

Resistance: 162

Baca juga : Entitas Surya Semesta (NRCA) Ikut Garap Tol Rp 5 T di Subang, Ini Kabar Terbarunya

Sementara itu, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan beberapa saham pilihan yang bisa dicermati pada hari ini, yaitu

BBNI

Price: 9.050   

Support: 8.900                                     

Resistance: 9.250

PGAS

Price: 1.595   

Support: 1.565                                     

Resistance: 1.640

BRMS

Price: 199   

Support: 191                                     

Resistance: 220

ACES

Optimistis industri ritel akan dapat bangkit dan bahkan bertumbuh di tahun 2023 ini.

Last Price: 450

PER: 16,41x

PBV: 1,38x

Support: 434

Resistance: 466

Target harga: 390

Exit: 610

META

Targetkan pertumbuhan laba bersih lebih dari 25 persen pada 2023.

Last Price: 124

PER: 25,14x

PBV: 0,63x

Support: 117

Resistance: 133

Target harga: 118

Exit: 130

Baca juga: Wall Street Tampak Volatil, Mencerna Rilis Laporan Keuangan di AS

Sedangkan Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan berikut

SMGR

Volume cenderung menipis yang menjadi indikasi tekanan jual mulai mereda seiring Stochastic RSI yang sudah di oversold area. Jika pelemahan terbatas di kisaran support 7000 menjadi sinyal awal rebound.

Entry : >7.000

Stop-loss : <6.700

Target 1 : 7.400

Target 2 7.700

Resistance : 7.400

Pivot : 7.175

Support  : 7.000

BBYB

Tengah uji pivot 710 seiring pelebaran positive slope MACD. Breakout dari 710 memvalidasi minor bullish reversal. Potensi golden cross pada Stochastic RSI sejalan dengan indikasi tersebut.

Entry : >=685

Stop-loss : <650

Target : 750

Resistance : 750

Pivot : 710

Support  : 655

JPFA

Positive slope Stochastic RSI cenderung melebar pasca membentuk golden cross. Pivot breakout 1315 dengan volume yang solid menjadi sinyal awal minor bullish reversal.

Entry : >=1.310

Stop-loss : <1.265

Target : 1.380

Resistance : 1.380

Pivot : 1.315

Support  : 1.290

BMRI

Masih dalam fase minor bullish reversal untuk mid-term.

Akan tetapi dalam short-term terdapat potensi koreksi wajar untuk keluar dari overbought area, terutama jika penguatan saat ini tertahan di resistance 10100.

Akumulasi beli dapat dilakukan, jika koreksi terbatas di pivot di >9500. Target minor bullish reversal di 10800-10900.

Target : 10.800-10.900

Resistance : 10.100

Entry : >9.500

Stoploss : <9.000

Baca juga: Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, ACES Hingga BRMS Diprediksi Kasih Cuan

MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan yang dapat diperhatikan pada perdagangan hari ini, yaitu

IMAS - Spec Buy

IMAS ditutup menguat 0,6% ke 845 dan mampu ditutup di atas MA200. Selama tidak terkoreksi ke bawah 830 sebagai stoplossnya, maka posisi IMAS saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii] sehingga IMAS masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Spec Buy: 835-845

Target Price: 880, 915

Stoploss: below 830

INDF - Buy on Weakness

INDF ditutup menguat 0,7% ke 6,925 pada perdagangan kemarin (24/1). Kami perkirakan, posisi INDF saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [v], sehingga INDF masih berpeluang melanjutkan penguatannya dan akan lebih terkonfirmasi bila INDF mampu break 6,950 sebagai resistancenya.

Buy on Weakness: 6.875-6.900

Target Price: 7.100, 7.250

Stoploss: below 6.775

UNVR - Buy on Weakness

UNVR ditutup menguat 0,4% ke 4,830 pada perdagangan kemarin (24/1), UNVR pun masih berada di fase uptrendnya. Posisi UNVR kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [b] sehingga UNVR masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 4.790-4.820

Target Price: 4.970, 5.000

Stoploss: below 4.720

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com