Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang karyawan memperhatikan pergerakan harga saham di BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/UTHAN A RACHIM

Seorang karyawan memperhatikan pergerakan harga saham di BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/UTHAN A RACHIM

Akhir 2021, BEI Optimistis Jumlah Investor Meningkat 25%

Selasa, 23 Februari 2021 | 22:54 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan investor saham sebanyak 335 ribu menjadi 2,03 juta investor hingga Januari 2021. BEI berkomitmen menjaga kinerja positif tersebut hingga akhir tahun.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi menjelaskan, secara rinci pertumbuhan ini sebagian besar disumbang oleh investor dengan usia 18-25 tahun yang naik 104.813 atau 50,7% dari total investor baru 2021.

“Pertumbuhan di atas 10% setiap yang kami catatkan di Januari lalu, akan kami peratahankan sehingga dapat mengejar target pertumbuhan investor sebanyak 25%. Target ini kami rasa realistis dengan jumlah investor yang terus bertumbuh,” jelasnya dalam edukasi wartawan pasar modal, Selasa (23/2).

Strategi lainnya yang akan dijalankan oleh BEI yakni, dengan terus menggenjot literasi melalui berbagai program edukasi pasar modal. Pihaknya mengatakan hingga Desember 2020 lalu, BEI telah menggelar sebanyak 7.306 kegiatan edukasi yang terbagi dalam tiga kategori yakni aktivasi, inklusi dan literasi. “Salah satunya yakni 10 Days Challenge selama 4 periode yang berhasil menjaring 11,587 SID baru,” ujarnya.

Hasan menambahkan, BEI juga sebelumnya telah menggandeng beberapa influencer untuk melakukan edukasi lewat sosial media. Seperti yang diketahui fenomena pom-pom saham yang belakangan ini marak terjadi sebenarnya sudah diantisipasi oleh BEI dengan membentuk influencer incubator sejak tahun 2019.

Menurut dia, sejak diluncurkan pada 2019, edukasi yang diterima oleh para investor cukup positif, lantaran lebih berfokus kepada peningkatan awareness berinvestasi yang baik. “Meski influencer tersebut memiliki followers yang tak sebanyak artis lainnya, namun menurut kami lebih efektif karena terfokus,” ujarnya.

Upaya lainnya untuk meningkatkan jumlah investor yang paling terbaru yakni dengan mendatangkan perusahaan dengan kapitalisasi pasar jumbo. Komisaris BEI Pandu Sjahrir pernah mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana perusahaan teknologi dengan valuasi US$ 1 miliar lebih atau biasa disebut dengan unicorn untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Sebab, IPO unicorn bisa mengerek kapitalisasi pasar BEI sekaligus menguntungkan perusahaan terkait. Dari sisi fundamental, kinerja unicorn cukup solid, lantaran pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu memicu pergeseran bisnis dari offline ke online. “Fokus kita memang mencari yang kita sebut dengan elephant hunting yakni perusahaan dengan kapitalisasi private yang besar, minimal di atas US$ 1 miliar atau Rp 15 triliun,” kata dia.

Pandu memaparkan, hal ini menjadi langkah yang penting bagi BEI untuk menambahkan company issuer baru untuk menambah semangat para investor ritel ataupun para institusi yang membutuhkan likuiditas baru, aset baru yang dapat diinvestasikan. "Selain itu, perusahaan baru diperlukan untuk mengimbangi jumlah investor baru yang terus bertumbuh setiap harinya," pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN