Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jahja Setiaatmadja. Foto: DEFRIZAL

Jahja Setiaatmadja. Foto: DEFRIZAL

ENAM EMITEN INDONESIA MASUK TOP 20 MARKET CAP

BCA Terbesar di Asean

Totok Subagyo dan Hari Gunarto, Kamis, 30 Mei 2019 | 09:03 WIB

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk mengungguli DBS Group Holdings Singapura dalam daftar 20 emiten dengan kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar di Asean. Berdasarkan data per 27 Mei 2019, kapitalisasi pasar BCA mencapai US$ 48,7 miliar, sedangkan DBS hanya US$ 46,35 miliar. Padahal, pada akhir 2018, DBS bertahta di puncak top 20 market cap, sedangkan BCA membayangi di urutan kedua.

Dari daftar top 20 market cap Asean tersebut, Indonesia dan Singapura bersaing ketat, karena masing-masing menempatkan enam emiten di dalam daftar. Sedangkan Thailand menempatkan empat emiten dalam daftar Top 20, sisanya adalah emiten Malaysia dan Filipina masing-masing dua emiten.

Enam emiten Indonesia yang masuk daftar top 20 market cap di Asean selain BCA adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan kapitalisasi pasar US$ 32,35 miliar pada peringkat ke-7, PT HM Sampoerna Tbk dengan market cap US$ 26,16 miliar (peringkat 11), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan market cap US$ 25,46 miliar (peringkat 12), PT Bank Mandiri Tbk dengan market cap US$ 23,72 miliar (peringkat 14), serta PT Unilever Indonesia Tbk dengan market cap US$ 22,54 miliar berada di urutan ke-15.  

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menyatakan, market cap BCA dengan DBS memang saling menyusul karena tingkat kepercayaan investor.

“BCA dengan DBS susul menyusul market cap-nya. Market cap itu tergantung kepercayaan investor dan kurs rupiah, sedangkan rencana akuisisi kami pengaruhnya tidak besar,” kata Jahja ketika dihubungi Investor Daily, Selasa (28/5).

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN