Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BNI-AM Market Outlook 2020 digelar PT BNI Asset Management (BNI-AM)  dengan mengusung tema

BNI-AM Market Outlook 2020 digelar PT BNI Asset Management (BNI-AM) dengan mengusung tema "2020 Vision: Clearer View for Growth".

BNI-AM: Pasar Modal 2020 Lebih Terjaga dan 'Clear'

Sabtu, 18 Januari 2020 | 13:42 WIB

 

YOGYAKARTA, investor.id - Kondisi pasar modal Indonesia diprediksikan akan lebih prospektif dan clear selama tahun 2020. Kondisi ini akan sangat prospektif untuk membuat keputusan investasi. Demikian pandangan para pembicara dalam acara BNI-AM Market Outlook 2020, di Yogyakarta (16/1).

BNI-AM Market Outlook 2020 digelar PT BNI Asset Management (BNI-AM) dengan mengusung tema “2020 Vision: Clearer View for Growth”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan pasar modal tahun 2020 akan lebih bergairah dibandingkan tahun 2019.

Ada beberapa faktor positif dari sisi eksternal diprediksi akan mempengaruhi kondisi perekonomian global dan domestik, termasuk modal Indonesia. Sebagaimana diketahui, perekonomian global selama 2019 diwarnai dengan risiko eksternal yang cukup volatile dipicu trade war antara AS dan China. Trade War mengakibatkan perlambatan ekonomi yang dirasakan tidak hanya di AS dan China, namun ke seluruh penjuru dunia.

Selama 2019, pertumbuhan ekonomi global terkena hit. Hampir seluruh pertumbuhan GDP negara-negara di dunia mengalami perlambatan. “Kami melihat negara-negara di seluruh dunia bereaksi cukup cepat terhadap perlambatan ekonomi. Stimulus-stimulus seperti penurunan suku bunga, penurunan Giro Wajib Minimum, serta easing stimulus lainnya dilakukan oleh berbagai negara dunia untuk dapat bertahan dari ancaman perlambatan. Stimulus-stimulus tersebut cukup membuahkan hasil, dimana pertumbuhan GDP AS tidak melambat separah yang diperkirakan, begitupun juga dengan China dan India, bahkan Indonesia” tutur Putut Andanawarih, Direktur BNI-AM.

Memasuki tahun 2020, BNI-AM melihat risiko akibat resesi mulai berkurang. Data-data ekonomi dunia tidak seburuk yang awalnya dikhawatirkan. “Akan tetapi, kami melihat era suku bunga rendah masih akan persists, dikarenakan masih perlunya insentif-insentif untuk menstimulus ekonomi. Dari AS, titik penting kami lihat ada di domestic consumption, karena hal tersebut yang berhasil menopang pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2019,” lanjutnya

Lebih lanjut diktakan, jika konsumsi domestik berhasil di maintain, BNI-AM melihat potensi resesi akan berkurang. Stimulus dari China diprediksi masih akan diberikan, mengingat perang dagang masih menjadi overhang, meskipun tensinya sedikit menurun.

Untuk perekonomian Indonesia tahun 2020 diprediksi lebih baik dibandingkan dengan tahun 2019. “Kondisi Indonesia, kami melihat pasca PilPres 2019 dan konsolidasi dari pemerintahan, saat ini pemerintah sudah dapat berfokus untuk mengerjakan rencana dan kebijakan-kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Omnibus Law menjadi salah satu yang ditunggu, karena di dalamnya akan termasuk UU Tenaga Kerja, pemotongan pajak korporasi yang dapat mendorong investasi masuk ke Indonesia,” imbuh Putut.

 

 

 

 


 


 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN