Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Buana Lintas Lautan Tbk. Foto ilustrasi: bull.co.id

PT Buana Lintas Lautan Tbk. Foto ilustrasi: bull.co.id

Buana Lintas Lautan Bidik Dana Rp 425 Miliar dari 'Private Placement'

Rabu, 16 September 2020 | 16:34 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id –  PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menargetkan perolehan dana sebesar Rp 425 miliar dari aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement tahun ini. Masuknya dana segar diharapkan berimbas positif terhadap kinerja keuangan ke depan.

Direktur Utama Buana Lintas Lautan Wong Kevin mengatakan, dana hasil private placement bertujuan untuk memastikan kondisi keuangan perseroan dapat selalu tangguh. Meski belum menyebutkan target harga private placement, namun perseroan optimis dengan aksi korporasi ini akan mendorong kinerja perseroan tumbuh lebih kuat pada 2021.

“Setiap kali kami menerbitkan saham baru, laba bersih bisa meningkat jauh besar dari jumlah saham yang diterbitkan. Dengan private placement 10% akan sangat substansial bagi perseroan, karena bisa mendatangkan dana hingga Rp 425 miliar,” ujar Kevin dalam siaran langsung Instagram Sucor Sekuritas, baru-baru ini.

Melalui aksi korporasi tersebut, Kevin mengungkapkan, laba bersih perseroan diprediksi meningkat 35% paska pelaksanaan private placement. Aksi korporasi ini juga bertujuan untuk menciptakan kemampuan perseroan untuk mengumpulkan dana lebih terdiversifikasi.

Adapun dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas sebanyak-banyaknya 1,18 miliar saham atau 10% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh melalui rangka memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan jumlah saham yang beredar yang secara tidak langsung meningkatkan likuiditas perdagangan atas saham BULL.

Menurut Kevin, pelaksanaan private placement dapat lebih optimal, karena bisa mendapatkan dana investasi tepat waktu, dibandingkan dengan dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue. “Dahulu pendapaan melalui right issue, tapi tidak bisa langsung dipakai atau ada tempo waktu. Contohnya tahun lalu right issue, kita baru bisa menikmatinya baru beberapa bulan terakhir,” katanya.

Sementara itu, aksi korporasi ini baru akan dilaksanakan setelah meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang baru akan digelar pada 15 Oktober 2020 mendatang. Rencananya, private placement akan dilaksanakan secara bertahap ataupun sekaligus dalam jangka waktu dua tahun terhitung sejak tanggal persetujuan RUPSLB yang menyetujui PMTHMETD ini.

Di sisi lain, private placement akan mengakibatkan jumlah saham yang dikeluarkan perseroan bertambah dan persentase kepemilikan saham masing-masing pemegang saham perseroan akan mengalami penurunan atau dilusi sebesar 9,09%.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN