Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kesepakatan bisnis

Ilustrasi kesepakatan bisnis

Buntut Sengketa Saham ZBRA, Pihak BNK Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 10 Juni 2021 | 18:24 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Borneo Nusantara Kapital (BNK) melayangkan gugatan terhadap PT Infiniti Wahana (IW). Gugatan itu terkait sengketa saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA).

BNK menyebut IW tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan sengketa saham. Sebaliknya IW malah melaporkan BNK ke pihak kepolisian. Akibat transaksi jual beli saham ZBRA dihentikan secara sepihak,

“Setelah banyak diskusi dan mempelajari kejadian yang dilakukan oleh IW, maka klien kami memutuskan jalur hukum karena telah banyak dirugikan,” ujar Devi Selvana selaku kuasa hukum Borneo Nusantara Kapital yang dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021).

Menurut Devi, pembatalan transaksi oleh IW secara sepihak bertentangan dengan isi perjanjian jual beli bersyarat antara IW dan BNK. Apalagi, BNK mengaku tidak pernah lalai terhadap “Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat” yang telah disepakati bersama.

Dikatakan meskipun perjanjian tersebut tidak lazim, menurut hukum perjanjian tersebut mengikat keduanya saling melakukan hak dan kewajibannya masing-masing dengan baik, sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 jo 1338 KUHPerdata.

Oleh karena itu, Devi menegaskan perjanjian jual beli saham bersyarat tersebut masih tetap berlaku bagi kedua pihak karena belum pernah ada kesepakatan antara keduanya untuk mengakhiri “Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat” tersebut.

Dalam kesempatan itu Devi juga membantah tuduhan IW atas BNK terkait penggelapan saham kepada pihak lain tanpa sepengetahuan IW. Pasalnya, penjualan saham ZBRA oleh BNK adalah proses yang legal dan sah sesuai hukum karena menjual saham ZBRA milik sendiri sebagai hasil jual beli saham dengan IW. “Hal ini nantinya akan dibuktikan dalam proses hukum yang sedang berjalan,” imbuhnya.

Devi juga menilai, penjualan saham PT Trinity Healthcare (THC) janggal dan melanggar aturan UU Perseroan Terbatas (PT) Pasal 57 yang menyebutkan, keharusan menawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham dengan klasifikasi tertentu atau pemegang saham lainnya, keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari organ perseroan; dan atau keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dikatakan pada penjualan saham ZBRA oleh IW kepada THR, rupanya tidak ditawarkan terlebih dahulu kepada BNK. Oleh karena itu, apa yang dilakukan IW menjual saham ZBRA kepada THC masih ada transaksi kepemilikan saham milik BNK yang belum dipenuhi IW.

Pada masalah hukum ini, lanjut Devi, BNK menuntut IW dapat memenuhi permintaan untuk segera melaksanakan dan menindaklanjuti penyelesaian pembayaran uang muka sesuai dengan “Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat”.

Devi mendorong pihak regulator pasar modal dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk turun tangan melakukan suatu tindakan atau perhatian khusus agar apa yang dilakukan IW tidak semena-sema terhadap investor dan juga perlindungan bagi investor ritel.

Sementara itu dalam keterabukaan informasi PT Zebra Nusantara Tbk, pada 8 Juni 2021 disampaikan bahwa pihak IW telah mengembalikan uang muka pembelian saham kepada BNK sebesar Rp 2 miliar, terkait itu IW telah menerima saham sebanyak 110.000.000 lembar saham sehingga masih tersisa 31.265.046 saham yang dipegang BNK. Namun pada saat IW akan mengembalikan sisa dana uang muka Rp 1,5 miliar dari transaksi Rp 3,5 miliar, ternyata BNK telah menjual saham tadi ke pihak lain.

“IW telah mengajukan permasalah ini melalui laporan polisi pada 25 Maret 2021 ke Polres Jakarta Selatan,” papar David Widiantoro selaku Sekretaris Perusahaan ZBRA.

Adapun terkait transaksi penjualan saham IW kepada PT Trinity Healthcare (TH) yang merupakan pemegang pengendali baru ZBRA dikatakan David saham yang ditransaksikan tersebut tidak terkait dengan sisa saham yang masih belum dipegang oleh BNK. “Saham yang ditransaksikan dengan TH sebanyak 3.400 lembar saham Seri A dan 665.182.734 saham Seri B atau setara dengan kepemilikan 77% saham. Saham ini tidak termasuk objek yang disengketakan antara IW dengan BNK,” imbuhnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN