Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Singapura. Foto: IST

Bursa Singapura. Foto: IST

Bursa Singapura Kian Intens Bidik Gojek dan Grab

Farid Firdaus, Senin, 10 Juni 2019 | 09:18 WIB

JAKARTA – Bursa Efek Singapura (SGX) berencana menambah produk derivatif untuk meningkatkan keuntungan dan likuiditas pasarnya. Langkah ini menjadi strategi multi-aset guna menarik perusahaan rintisan (start-up) berstatus Unicorn di Asia Tenggara, seperti Grab dan Gojek, agar mencatatkan saham dan obligasi perdananya.

Chief Executive Officer SGX Loh Boon Chye mengatakan, selalu ada fokus seputar IPO dan hal lain terkait pasar modal. Namun saat ini para pelaku pasar melihat SGX tidak hanya sebagai pasar saham.

“Mereka berpikir SGX sebagai tempat untuk pasar derivatif, valuta asing, komoditas dan juga pasar pendapatan tetap,” kata dia seperti dikutip Reuters, baru-baru ini.

Grab. Foto: IST
Grab. Foto: IST

 

Strategi multi-aset SGX datang ketika bursa tersebut dihadapi oleh persaingan dari penggalangan dana bernilai miliaran dolar di bursa Hong Kong Exchange and Clearing (HKEX). Selain itu, bursa Thailand juga dinilai menjadi pesaing yang kuat.

Berdasarkan data Refinitiv, rata-rata nilai perdagangan harian di SGX pada bulan Mei mencapai US$ 791 juta, sementara Thailand mencapai US$ 1,8 miliar, dan HKEX menembus US$ 12,4 miliar.

Penurunan volume perdagangan di SGX mulai terlihat setelah tragedi penny stock crash pada 2013 yang menipiskan kepercayaan investor, serta adanya penilaian yang lemah dan membuat sejumlah perusahaan memutuskan keluar (delisting) dari Bursa Singapura  

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA