Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lana Soelistianingsih, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia; Ekonom PT Samuel Aset Manajemen

Lana Soelistianingsih, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia; Ekonom PT Samuel Aset Manajemen

Cenderung Tertahan, Rupiah Diprediksi Melemah di Kisaran 14.000-14.030

Gora Kunjana, Jumat, 8 November 2019 | 11:57 WIB

JAKARTA, investor.id - Cenderung tertahan meski sentimen perang dagang mulai membaik, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan pada Jumat pagi melemah 26 poin atau 0,19%, diprediksi berlanjut hingga akhir perdagangan sore ini menuju kisaran Rp14.000-14.030 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat, mengatakan Beijing telah menyatakan setuju untuk melakukan koordinasi penurunan tarif dan dengan nilai yang sama pada saat penandatanganan fase pertama.

"Pernyataan ini melegakan pasar karena sebelumnya ada indikasi potensi batalnya penandatangan ketika diumumkan penandatanganan kesepakatan dagang AS-Tiongkok waktunya diundur ke Desember," katanya seperti dilansir Antara..

Ia menambahkan pagi ini (8/11) mata uang kuat di kawasan Asia seperti yen Jepang dan dolar Hong Kong menguat terhadap dolar AS.

"Mestinya penguatan mata uang kuat Asia itu menjadi sentimen positif bagi rupiah, tetapi rupiah bergerak melemah meski stabilitasnya masih terjaga," katanya.

Ia mengatakan terjaganya stabilitas rupiah seiring dengan posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, posisi cadangan devisa per Oktober 2019 tercatat sebesar US$ 126,7 miliar, naik dari posisi September 2019 sebesar US$ 124,3 miliar.

"Posisi cadangan devisa itu akan membantu mendukung rupiah dan stabilitas rupiah ke depan di tengah permintaan valas dolar AS yang biasanya meningkat menjelang akhir tahun," katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA