Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

Dampak Perang Dagang AS-Tiongkok Menyebar ke Eropa

Rabu, 10 Juli 2019 | 06:46 WIB

JAKARTA, investor.id – Dampak perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah menyebar ke Eropa. Bursa Eropa pada akhir perdagangan Selasa (9/7/2019) kembali melemah setelah peringatan laba dari raksasa bahan kimia Jerman, BASF, menekan saham kimia dan produsen otomotif.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa berakhir turun 0,5 persen dengan mayoritas indeks saham utamanya menyentuh wilayah negatif.

Grup perusahaan bahan kimia Jerman BASF (OTC: BASEY) mendominasi berita keuangan Eropa setelah mengeluarkan peringatan laba yang disebabkan oleh konflik perdagangan.

Peringatan ini memicu beberapa penurunan rekomendasi dari sejumlah broker dan memukul saham seperti Bayer, Covestro, Evonik, dan Wacker Chemie sambil mendorong indeks bahan kimia dan otomotif Eropa turun lebih dari 1 persen.

BASF yang menjual bahan kimia ke berbagai sektor industri, mengatakan sekarang mengharapkan laba sebelum bunga dan pajak turun hingga 30% tahun ini, setelah sebelumnya memiliki ekspektasi kenaikan hingga 10%. Penjualan sektor otomotif global dan para petani AS sangat terpukul keras.

AS telah menahan rencana atas tarif yang lebih tinggi kepada impor Tiongkok, tetapi meningkatkan tekanan politik pada Tiongkok dengan cara lain dalam semalam, menyetujui penjualan sekitar $2 miliar senjata ke Taiwan - sebuah langkah yang menurut Departemen Pertahanan Tiongkok sangat ditentang dengan tegas.

Negosiator perdagangan utama dari kedua negara diharapkan akan berbicara melalui telepon pekan ini. The Wall Street Journal menyebutkan percakapan itu akan menetapkan jalan dari putaran pembicaraan langsung berikutnya di Beijing. BASF mengatakan tidak mengharapkan adanya penghentian dalam waktu dekat.

Sumber : berbagai sumber

BAGIKAN