Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO & Co-Founder PT Satu Global Investama Calvin Lutvi (kanan) berbincang dengan  Managing Director PT Satu Global Investama Wilma Willantara usai diskusi dengan media di Jakarta, Jumat (26/2/2021).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

CEO & Co-Founder PT Satu Global Investama Calvin Lutvi (kanan) berbincang dengan Managing Director PT Satu Global Investama Wilma Willantara usai diskusi dengan media di Jakarta, Jumat (26/2/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Dorong IPO Saham Perusahaan, SGI Optimistis Pasar Modal Terus Tumbuh

Kamis, 22 Juli 2021 | 15:58 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id - PT Satu Global Investama (SGI) optimistis pasar modal Indonesia akan terus tumbuh. Hal ini mendorong perseroan gencar menarik perusahaan-perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Managing Director Satu Global Investama Wilma Willantara mengatakan, kondisi pandemi justru menumbuhkan optimisme perusahaan untuk masuk pasar modal. Sejumlah perusahaan telah menyatakan minat untuk melepas saham melalui IPO tahun ini.

“Pandemi tidak menyurutkan niat dan komitmen kami untuk mengajak perusahaan-perusahaan listing di bursa. Bahkan, kami telah mengantarkan PT Lima dua Lima Tiga perusahaan bergerak di bidang food & beverage (F&B) melantai di bursa tahun ini. Sedangkan dua perusahaan lainnya di bidang logistik dan pelayaran, serta olahraga ditargetkan masuk pada kuartal-III dan kuartal-IV 2021,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7).

Selain perusahaan tersebut, Wilma menambahkan, SGI masih memiliki antrean beberapa perusahaan yang bergerak di bidang F&B dan manufaktur yang juga ingin IPO saham. “Saat ini statusnya masih dalam tahap pengujian atau pengecekan kesiapan dari perusahaan tersebut. Kami sangat mendukung perusahaan berskala kecil hingga menengah untuk dapat IPO, namun kami juga mendorong pertumbuhan investor ritel di Indonesia, khususnya kalangan milenial,” ujarnya.’

Merujuk laporan yang dikeluarkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Juni 2021 disebutkan bahwa jumlah investor pasar modal di Indonesia meningkat dari tahun 2020 mencapai 44,24% atau sebanyak 5.597.760 dan didominasi usia di bawah 30 tahun.

“Peningkatan jumlah investor di situasi pandemi ini tentunya memberikan angin segar bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia. Kami sangat mendukung agar semakin banyak masyarakat yang sadar akan investasi. Karena di Indonesia sendiri rasio keterlibatan penduduk yang berinvestasi di pasar modal masih rendah hanya 2% dari jumlah pendudk, dibandingkan dengan Malaysia mencapai 9% dari jumlah penduduk. Jadi, pasar modal Indonesia masih terbuka lebar bagi investor-investor baru yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap pemulihan serta pertumbuhan ekonomi negara,” ungkap Wilma.

SGI, sambung Wilma, meyakini pandemi ini akan berakhir dengan cepat, sehingga kesehatan masyarakat serta kegiatan perekonomian di Indonesia segera pulih. Pihaknya juga optimistis semakin banyak perusahaan yang ingin go public. Namun dia mengingatkan, perusahaan yang ingin IPO bukan hanya sekedar menjadi perusahaan publik, tetapi harus memiliki rencana yang baik untuk dapat bertahan dan meyakinkan para investor percaya untuk mendapatkan keuntungan.

“Jadi, tidak hanya perusahaan yang mendapatkan dana dari publik, namun perusahaan wajib memiliki tanggung jawab sebagai emiten yang memiliki rencana jangka panjang serta keberlangsungan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN