Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati mengamati layar elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati mengamati layar elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fokus Pasar: Cadangan Devisa Diproyeksikan Menurun

Kamis, 8 April 2021 | 09:18 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  — Rilis cadangan devisa bulan Maret yang lebih rendah dari perkiraan memberikan dampak pada fluktuasi IHSG di hari Rabu. Cadangan devisa Maret tercatat sebesar US$ 137,1 miliar atau turun 1,2% dari periode Februari yang sebesar US$ 138 miliar.

Riset harian Pilarmas Sekuritas, Kamis (8/4), menyebutkan, Penurunan posisi cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah yang telah jatuh tempo pembayarannya. Penurunan cadangan devisa tersebut juga sejalan dengan keluarnya arus modal asing sepanjang bulan Maret 2021 dimana spread antara obligasi pemerintah Amerika dan SBN yang mengecil.

“Hal tersebut berdampak pada depresiasi rupiah sepanjang bulan Maret sebesar 1,54% dari Rp 14.225 menjadi Rp 14.443,” jelas Pilarmas Sekuritas.

Pada bulan Maret Rupiah menyentuh level tertingginya di Rp 14.567, dimana depresiasi tersebut juga ikut memberikan antisipasi pada pelaku usaha khususnya importir. Kenaikan biaya produksi yang berasal dari depresiasi rupiah dinilai menjadi kekhawatiran terhadap naiknya biaya tetap.

Ke depan, cadangan devisa berpotensi masih turun dimana minat investasi para investor asing di negara berkembang sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi di Amerika yang lebih cepat, sehingga investasi di negara berkembang mungkin akan kurang mendapatkan perhatian.

“Namun akan cukup menarik untuk ditunggu apabila Biden nanti akan benar-benar menaikkan pajak untuk perusahaan di Amerika, yang dimana tentu saja hal tersebut akan mendorong kenaikkan tingkat probabilitas adanya capital inflow dari luar,” jelas Pilarmas Sekuritas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN