Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.  Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

IHSG Bisa Menguat, Perhatikan AKRA, ASII, ANTM, BBTN, DMAS, IMAS, MEDC, INKP, dan TKIM

Kamis, 17 September 2020 | 08:24 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak di zona positif dalam kisaran 5000-5150. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal, yaitu AKRA, ASII, ANTM, BBTN, DMAS, IMAS, MEDC, INKP, dan TKIM,

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, IHSG bergerak melemah namun masih tertahan pada moving average lima hari, sehingga secara teknikal memberikan signal pergerakan yang masih cenderung kuat bertahan di atas zona psikologis 5.000.

“Indikator Stochastic dan RSI menjenuh pada momentum bullish sehingga kami perkirakan secara teknikal IHSG berpotensi bergerak mixed mencoba kembali bergerak pada zona positif dengan support resistance 5000-5150,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi sejumlah pergerakan bursa saham global, seperti bursa Wall Street yang bergeraka mixed. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,13%. Sedangkan indeks Nasdaq melemah 1,25% dan indeks S&P500 terkoreksi 0,46%. Pergerakan indeks juga dipengaruhi penurunan tipis harga minyak ke level US$ 40 per barel pagi ini dan emas turun ke level US$ 1.962 per troy once pagi hari ini.

Kemarin, IHSG turun 42,38 poin (-0,83%) ke level 5.058.48 mengiringi aksi tunggu investor terhadap hasil pertemuan The Fed dimana pada FOMC guna mendapatkan katalis mengenai data pertumbuhan GDP, pengangguran dan inflasi sebagai tolak ukur pemulihan ekonomi global. Investor juga bersikap hati-hati di tengah peningkatan jumlah kasus covid-19 di Indonesia yang sudah memasuki peringkat kedua di Asia Tenggara setelah Filipina.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN