Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: UTHAN A RACHIM

Karyawan memantau pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: UTHAN A RACHIM

IHSG Masih Berpeluang Koreksi, Analis Sarankan Buy On Weakness

Kamis, 17 September 2020 | 04:42 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Indek harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (16/9) ditutup menurun 42,38 poin atau terpangkas 0,83% ke level 5.058,48 dengan transaksi jual bersih yang dilakukan asing (Net Sell) mencapai Rp 825,52 miliar.

Secara rinci Asing melepas saham terbesar pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jual bersih mencapai Rp 506 miliar diikuti oleh saham perbankan lainya seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Menanggapi hal ini Analis Teknikal Sucor Sekuritas, Hendriko Gani menjelaskan pelemahan indeks pada Rabu (16/9) diperkirakan akibat profit taking yang dilakukan oleh para pemegang saham di pasar modal lantaran kenaikan harga saham yang signifikan pada 2 hari yang lalu.

Adapun pada perdagangan hari Kamis (17/9) pelemahan ini diperkirakan akan terus berlanjut untuk menutup Gap di level 5.000 hingga 5.017.

“Di tengah pelemahan ini diharapkan para investor menerapkan Money Management dengan Buy On Weakness pada saham yang bervaluasi rendah dengan kinerja yang solid seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR),PT Indofood  CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sedangkan untuk para Trader diharapkan dapat menentukan Stop Loss dengan ketat,”jelasnya saat dihubungi oleh Investor Daily, Rabu (16/9). 

Hal yang senada diutarakan oleh Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana beranggapan pergerakan indeks masih rentan terhadap koreksi dan diprediksikan dalam waktu dekat akan menutup Gap pada level 5.016. Untuk para investor pihaknya merekomendasikan untuk tidak terlalu agresif dan menerapkan Buy On Weakness.

“Secara teknikal IHSG dapat Rebound ke level 5.100 sampai 5.150 setelah Gap ini berhasil tertutupi, hingga akhir pekan kami memperkirakan IHSG dapat bergerak Mixed dengan kecenderungan melemah pada level 5.000,”pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN