Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

Jalankan 'Asset Recycling", PP Properti Bidik Pemasukan Rp 600 Miliar

Selasa, 20 April 2021 | 14:43 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id -  PT PP Properti Tbk (PPRO) menargetkan pendapatan dari divestasi aset dalam rangka asset recycling senilai Rp 600 miliar dalam tiga tahun mendatang. Sedangkan tahun ini ditargetkan mencapai Rp 287 miliar.

Direktur Keuangan PP Properti Deni Budiman mengatakan, pelepasan saham atau asset recycling ini merupakan strategi bisnis yang dilakukan perseroan untuk mengatur sumber daya agar lebih fokus dalam mengelola portofolio bisnis tahun 2021-2022.

Baru-baru ini, perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli sebanyak 656,250,000 saham atau setara dengan 21,13% PT Menara Maritim Indonesia (MMI), yaitu entitas asosiasi dengan PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI). Transaksi ini bernilai Rp 70 miliar.

“Dana hasil penjualan saham tersebut akan digunakan kembali untuk membiayai proyek-proyek eksisting, sehingga membantu arus kas perusahaan agar lebih leluasa mendukung rencana kerja yang telah ditetapkan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/4).

Selain pelepasan saham MMI, perseroan berencana untuk melakukan asset recycling terhadap beberapa entitas asosiasi lainnya, seperti Grand Sagara Apartment, BIJB Aerocity, Green Park Terrace dan Paramount Hotel Mandalika.

“Total pendapatan yang akan dihasilkan dari asset recycling ini sekitar Rp 600 miliar dalam tiga tahun. Aksi tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan target tahun ini mencapai Rp 287 miliar” ujarnya

PT MMI didirikan pada 2018 lalu dalam rangka pengembangan usaha dibidang properti dengan kepemilikan saham PT PPI sebesar 78,87% dan PPRO sebesar 21,13%. Adapun perjanjian jual beli saham itu ditandatangani oleh Sinurlinda Gustina sebagai Direktur Utama PP Properti dan M. Hadi Syafitri Noor sebagai Direktur Utama PT PPI.

 

Target 2021

Sementara itu, Direktur Utama PP Properti Sinur Linda Gustina memaparkan, PP Properti membidik peningkatan marketing sales sebanyak Rp 1,38 triliun tahun ini. Guna mencapai target ini, perseroan telah menyiapkan capital expenditure/capex sekitar Rp 438 miliar.

Capex itu digunakan untuk proyek carry over, seperti setoran modal anak perusahaan sekitar 18%, mall & edutainment 25%, hotel 19%, dan pembayaran tanah yang telah dimiliki sekitar 37%,” kata dia

Perseroan telah merampungkan delapan proyek residensial, mengoperasikan, dan memiliki pusat perbelanjaan di Surabaya, Bekasi, dan Balikpapan. Selain itu, perseroan memiliki lima hotel yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, dan Pekanbaru serta ditambah satu hotel sedang dalam pembangunan di Lombok.

Memasuki kuartal-II 2021, Sinur Linda menjelaskan, perseroan akan menjalankan dua strategi, yakni market development dan market penetration. Menurut dia program vaksinasi Covid-19 akan meningkatkan aktivitas individu dan bisnis serta mampu mengaktifkan semua lini penggerak ekonomi. Vaksinasi yang efektif dapat membangkitkan kepercayaan diri untuk berinteraksi.

"Melakukan vaksinasi untuk semua lapisan masyarakat sangat memerlukan waktu, namun peran pemerintah Indonesia dan seluruh negara di dunia sangat terasa, sehingga kami optimistis pada kuartal I-2021 dan selanjutnya, semoga kondisi terus membaik,” ungkapnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN