Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2B OJK Djustini Septiana, memberikan sambutan saat acara
Investor Award Best Listed Companies 2017 di Jakarta, Kamis (18/5). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2B OJK Djustini Septiana, memberikan sambutan saat acara Investor Award Best Listed Companies 2017 di Jakarta, Kamis (18/5). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Jumlah Investor Meningkat Pesat, Kaum Milenial Makin Melek Investasi

Sabtu, 28 November 2020 | 10:29 WIB
Frans S. Imung

JAKARTA- Jumlah investor berdasarkan data SDI (Single Investor Identification) yang terdaftar di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia per 19 November 2020 mencapai 3,53 juta investor. Dari jumlah itu, porsi investor ritel mencapai 99% dan 1% investor institusi.

“Dari jumlah itu, investor dengan usia di bawah 30 tahun mencapai 48,29%. Sedangkan investor dengan usia antara 30-40 tahun sekitar 24%. Hal ini menunjukkan ada ekspektasi positif dari kaum milenial tentang investasi di pasar modal, sehingga jumlahnya makin dominan dalam beberapa waktu terakhir” Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK, Djustini Septiana

Cukup menarik melihat investor yang tercatat masih duduk di bangku kuliah yang porsinya nyaris mencapai 20%, tepatnya 19,16%. Jumlah ini mengalahkan kelompok pengusaha sekitar 17,11%.

Berdasarkan gender, investor wanita menempati porsi 39% dan investor pria 61%. Dari sisi profesi, investor dari perusahaan swasta tampak dominan karena mencapai 53,14%. Sedang investor dari kalangan ibu rumah tangga tercatat 3,4%.

Lebih lanjut, Djustini mengatakan, untuk menjamin kenyamanan investasi para pemodal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi jaminan denganmengandalkan tiga program pendekatan. Tiga pendekatan itu meliputi edukasi, menegakan aturan hukum, serta penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa investasi.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan perlindungan investor literasi dan edukasi harus terus ditingkatkan. Pada 2019, tingkat literasi di pasar modal baru mencapai 4,92%. Sedangkan tingkat inklusi di pasar modal baru mencapai 1,55%.

Menyikapi hal tersebut, OJK terus memperbanyak sosialisasi melalui teknologi informasi dan media sosial, serta melalui sinergi dengan pihak lain. Rencanannya, OJK akan membentuk disbursement fund untuk bisa melindungi investor pasar modal. "Kami sedang propose ketentuan disbursement, bagaimana mengembalikan keuntungan yang diperoleh secara ilegal kepada pihak yang dirugikan," ujar Djustini.

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN