Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller menghitung lembaran rupiah di kantor cabang Bank Syariah Mandiri.  Foto ilustrasi: Investor Daily/ David Gita Roza

Teller menghitung lembaran rupiah di kantor cabang Bank Syariah Mandiri. Foto ilustrasi: Investor Daily/ David Gita Roza

Pelaku Pasar Ragukan Kesepakatan Dagang, Rupiah Ditutup Melemah 19 Poin di 14.014

Gora Kunjana, Jumat, 8 November 2019 | 17:41 WIB

JAKARTA, investor.id - Masih adanya keraguan pelaku pasar terhadap kesepakatan dagang AS-Tiongkok, membuat nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, melemah 19 poin atau 0,14% menjadi Rp14.014 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.995 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra seperti dilansir Antara mengatakan, sebagian pasar kembali ragu terhadap potensi damai perang dagang AS-Tiongkok menyusul belum adanya pernyataan dari Presiden AS Donald Trump.

"Sebelumnya beredar kabar bahwa AS dan Tiongkok telah sepakat untuk menghilangkan tarif masing-masing barang sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase pertama. Namun pasar masih meragukan karena tidak keluar langsung dari Trump," katanya.

Situasi itu, lanjut dia, membuat pergerakan rupiah kembali bergerak dalam area negatif, meski masih terjaga stabilitasnya.

"Data ekonomi domestik mengenai neraca pembayaran yang membaik serta perbaikan defisit transaksi berjalan membuat rupiah masih bergerak dalam kisaran yang stabil," katanya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2019 menunjukkan perbaikan dengan mencatat defisit US$ 46 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar US$2,0 miliar.

Kondisi itu ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat.

Sementara defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan tiga 2019 tercatat sebesar US$ 7,7 miliar (2,7% dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 8,2 miliar (2,9% dari PDB). Sedangkan surplus transaksi modal dan finansial tercatat sebesar US$7,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 6,5 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA