Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi dalam acara ETF Fest 2021, Jumat (11/6).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi dalam acara ETF Fest 2021, Jumat (11/6).

Pemulihan Ekonomi Dorong Transaksi ETF di BEI

Jumat, 11 Juni 2021 | 17:34 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pemulihan ekonomi tahun 2021 jadi katalis positif bagi pasar modal, terutama dalam transaksi Exchange Traded Fund (ETF). Hal ini tercermin dari tingginya aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam tiga bulan terakhir.

"Kami mencatat tingginya aktivitas transaksi dan merupakan rekor baru sejak swastanisasi bursa efek di tahun 1992, diantaranya yaitu rata-rata nilai perdagangan harian yang mencapai lebih dari Rp13 triliun per hari atau melonjak 2 kali lipat dalam lima tahun terakhir," jelas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi dalam acara ETF Fest 2021, Jumat (11/6).

Selain itu, terdapat juga lonjakan frekuensi transaksi yang mencapai rata-rata 1,2 juta transaksi per hari dan merupakan yang tertinggi di kawasan ASEAN dalam tiga tahun terakhir. Diikuti dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 18 miliar lembar saham per hari.

"Lonjakan transaksi perdagangan sepanjang tahun 2021 dipengaruhi oleh tren positif pertumbuhan investor pasar modal. Pesatnya pemanfaatan teknologi di masa new normal telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan investor dalam setahun terakhir," ujarnya.

Adapun hingga akhir Mei 2021, jumlah investor telah mencapai lebih dari 2,4 juta Investor saham dan 5,37 juta investor pasar modal atau terdapat peningkatan sebesar 42% untuk investor saham dan 38% untuk investor pasar modal dibandingkan akhir tahun 2020. Sedangkan, rata-rata jumlah investor yang aktif bertransaksi hingga akhir Mei mencapai 203 ribu investor per hari, atau tumbuh 113% dari rata-rata tahun sebelumnya.

Kemudian, jika dilihat dari jumlah kepemilikan investor, Inarno memaparkan, tahun 2020 lalu menjadi titik balik kebangkitan investor domestik, terutama dari investor ritel dengan aktivitas transaksi yang besar yakni mencapai 48,4% dari total rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp9,2 triliun.

Persentase itu melonjak untuk pertama kalinya di atas 40% dalam 5 tahun terakhir dan berlanjut di tahun 2021 dimana dominasi investor ritel semakin terlihat dengan porsi mencapai hampir 60% per akhir Mei 2021.

Lebih lanjut, untuk terus meningkatkan pendalaman pasar modal dan memperluas layanan produk bursa, BEI bersama SRO dan OJK terus melakukan pengembangan produk baru serta penyempurnaan produk yang dapat ditawarkan kepada masyarakat pemodal.

Sejauh ini, terdapat berbagai macam produk pasar modal yang dapat dijadikan sumber investasi masyarakat, salah satunya adalah produk ETF atau Exchange Traded Fund. ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa, dan memiliki keunggulan yakni settlement T+2, lebih cepat dari durasi subscription/redemption reksa dana produk konvensional.

Sejak tahun 2011, jumlah produk ETF yang terdapat di BEI terus mengalami peningkatan dan hingga awal Juni 2021 telah terdapat 47 ETF yang terdapat pada BEI.

Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The dalam acara ETF Fest 2021, Jumat (11/6).
Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The dalam acara ETF Fest 2021, Jumat (11/6).

Sementara itu, Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan, peningkatan minat berinvestasi di pasar modal ini belum diimbangi dengan pemahaman komprehensif terhadap konsep investasi dan produk-produk alternatifnya yang semakin beragam.

“Literasi dan inklusi pasar modal masih perlu ditingkatkan, maka dari itu kami terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya  berinvestasi di pasar modal, termasuk pemahaman mengenai produk ETF,” kata dia.

Peningkatan edukasi ini menjadi salah satu komitmen dari Indo Premier Sekuritas, hal ini ditunjukan dengan gelaran ETFest 2021 untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat tentang produk ETF dari segala sisi.

Sebagai informasi, Indo Premier menjadi pionir industri ETF di Indonesia mulai tahun 2007. Berdasarkan data KSEI per Mei 2021, saat ini Indo Premier telah mengadministrasikan 26 dari 48 ETF yang ada di BEI dengan AUM sebesar Rp7,6 triliun dari total AUM ETF di Indonesia sebesar Rp 13 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN