Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK MANDIRI

Rupiah akan Bergerak di Kisaran 13.650-13.720

Gora Kunjana, Jumat, 14 Februari 2020 | 09:47 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (14/2/2020) melemah 11 poin atau 0,08% menjadi Rp13.705 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.694 per dolar AS.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (14/2/2020) mengatakan, pergerakan rupiah hari ini fluktuasinya masih cukup besar.

“Kalau kita prediksi pergerakan rupiah hari ini masih di rentang Rp 13.650 sampai 13.720-an, tidak terlalu berbeda dengan kemarin. Memang fluktuasi masih akan tetap tinggi sampai minggu depan dengan kondisi global khususnya korona yang penyebarannya masih belum mereda,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank Mandiri.

Rupiah Melemah
Ilustrasi: Teller menghitung lembaran rupiah di konter bank Danamon, Jakarta.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Menurut Rully, sentimen global saat ini masih didominasi perkembangan virus korona. Yang paling dikhawatirkan adalah dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok di kuartal I yang kemungkinan besar akan berdampak terhadap ekonomi global termasuk Indonesia.

Selain itu, Arya mengatakan bahwa kebijakan the Fed selalu berdampak terhadap pasar finansial terutama rupiah, pasar saham, dan juga obligasi.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

“Kebijakan The Fed menyuntik likuiditas dilakukan agar proses mempercepat pemulihan ekonomi AS. Virus korona yang bisa berdampak kepada ekonomi AS mungkin menbuat The Fed belum saatnya mengurangi likuiditas. Ke depannya memang ada ekspektasi FFR akan turun karena dampak virus korona akan mengurangi pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi sebesar  3,4% akan lebih rendah daripada ekspektasi. Ini membuat bank sentral di dunia termasuk Indonesia melakukan kebijakan akomodatif,” papar Rully.

Ia menambahkan, investor perlu memperhatikan sentimen dari dalam negeri yakni adanya rilis neraca perdagangan pekan depan yang diperkirakan akan masih defisit di Januari, namun masih sesuai ekspektasi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA