Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reny Eka Putri, Senior Quantitative Analyst Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Reny Eka Putri, Senior Quantitative Analyst Bank Mandiri. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK MANDIRI

Rupiah akan Bergerak Sideways dengan Resistance di 14.045

Gora Kunjana, Jumat, 8 November 2019 | 09:45 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi melemah sebesar 26 poin atau 0,19% menjadi Rp14.021 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp13.995 per dolar AS.

Reny Eka Putri, Senior Quantitative Analyst Bank Mandiri dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (8/11/2019) mengatakan, perdagangan rupiah selama seminggu terakhir volatilitasnya relatif terjaga, bergerak di range 13.970-14.045. 

Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST
Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

“Kemarin rupiah ditutup menguat di level 13.998. Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu, ini sudah menguat sekitar 2,7%. Dan, jika pagi ini rupiah terkoreksi tipis, saya rasa sepanjang hari ini rupiah akan bergerak sideways. Untuk resistance rupiah ada di 14.045,” katanya saat ditemui di dealing room Bank Mandiri.

Reny mengatakan, dari sisi sentimen masih didominasi faktor domestik. BI misalnya, kemarin sudah memperlihatkan kebijakannya untuk menurunkan suku bunga acuannya 100 basis poin sepanjang tahun ini. Ini menunjukkan langkah BI untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global.

Reny Eka Putri, Senior Quantitative Analyst Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Reny Eka Putri, Senior Quantitative Analyst Bank Mandiri. Sumber: BSTV

“Respon market sendiri cukup positif terhadap rilis pertumbuhan ekonomi kuartal 3, yang berada di 5,02%. Katalis domestik lainnya adalah cadangan devisa yang meningkat di posisi tertingginya sejak Maret 2018 yakni berada di level US$ 126 miliar,” ujarnya.

Menurut dia, data-data positif domestik ini memang mendukung pergerakan rupiah selama seminggu terakhir dan kemungkinan masih akan berlanjut hingga hari ini.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA