Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menghitung uang pecahan Rp100.000  di Jakarta, Kamis (27/2/2020).  Foto: SP/Ruht Semiono

Petugas menghitung uang pecahan Rp100.000 di Jakarta, Kamis (27/2/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Rupiah Ditutup Menguat 195 Poin ke Posisi 16.305

Kamis, 26 Maret 2020 | 17:27 WIB

JAKARTA, investor.id - Didorong stimulus dari pemerintah di tengah wabah Virus Korona baru atau Covid -19, Rrupiah ditutup menguat 195 poin atau 1,18% menjadi Rp16.305 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.500 per dolar AS.

"Banjirnya stimulus yang digelontorkan pemerintah menjadi sentimen positif bagi mata uang Garuda sehingga dapat mengangkat kembali kepercayaan diri investor untuk mengumpulkan aset berisiko, seiring dengan harapan perlambatan ekonomi akibat Covid -19 dapat dibatasi," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis.

Pemerintah telah menggelontorkan beberapa stimulus yang sudah diumumkan sebelumnya dan dikuatkan dengan Keputusan Presiden (Keppres), seperti bantuan langsung tunai dan insentif jeda satu tahun untuk cicilan.

Petugas bank menghitung uang di Bank Mandiri Kantor Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (19/3/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas bank menghitung uang di Bank Mandiri Kantor Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Dari eksternal, pelaku pasar dengan cemas menunggu paket stimulus US$ 2 triliun untuk mengimbangi dampak ekonomi dari pandemi Covid -19. Namun, sudah ada indikasi bahwa beberapa negara bagian AS akan membutuhkan lebih banyak uang untuk pasokan medis, karena sistem perawatan kesehatan berjuang untuk mengatasinya.

Gedung Putih dan para pemimpin kongres mengatakan mereka telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) stimulus besar-besaran untuk menghalau perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh wabah Covid -19.

Sementara itu, klaim pengangguran mingguan AS yang dijadwalkan pada hari Kamis diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar satu juta, jauh di atas puncak jumlah pengangguran sebelumnya yang terlihat selama krisis keuangan global lalu.

Beberapa analis mengatakan klaim pengangguran bahkan bisa melebihi satu juta karena perusahaan diperkirakan akan cepat mengurangi pekerja.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN