Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Petugas menata tumpukan uang di Jakarta, Rabu (22/10). Foto:  BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

Ilustrasi: Petugas menata tumpukan uang di Jakarta, Rabu (22/10). Foto: BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

Rupiah Kamis Pagi Menguat 12 Poin di 14.048

Gora Kunjana, Kamis, 12 September 2019 | 10:34 WIB

JAKARTA, investor.id - Terapresiasi seiring optimisme pasar terhadap negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok akan berlangsung lancer, rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi bergerak menguat 12 poin atau 0,09% menjadi Rp14.048 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.060 per dolar AS.

"Rupiah masih di pengaruhi oleh sentimen eksternal, apresiasi mata uang domestik karena optimisme pasar terhadap negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok," kata Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra seperti dilansir Antara.  

Ia mengemukakan kenaikan tarif barang-barangTiongkok  senilai US$250 miliar yang akan dimulai pada 1 Oktober, dikabarkan ditunda hingga 15 Oktober.

"Presiden AS Donald Trump menyampaikan keputusan itu dibuat atas permintaan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dan sebagai pertimbangan perayaan ulang tahun ke-70 Republik Rakyat Tiongkok," paparnya.

Di sisi lain, lanjut dia, Trump juga kembali meminta the Fed untuk menurunkan suku bunga untuk melawan pertumbuhan ekonomi yang lemah, meski langkah itu biasanya enggan dilakukan oleh bank sentral.

"Suku bunga rendah the Fed menjadi salah satu faktor yang dapat memicu aliran dana masuk ke pasar negara berkembang yang akhirnya berdampak pada kenaikan mata uangnya," katanya.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menambahkan the Fed akan melakukan pertemuan pada bulan ini, pasar akan menyoroti kebijakan suku bunga the Fed untuk menentukan arah investasi investor.

"Terbukanya kemungkinan the Fed akan memangkas suku bunga dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi AS dapat menjaga stabilitas rupiah," katanya.

Ia memprediksi pergerakan rupiah pada hari ini (Kamis, 12/9) akan bergerak di kisaran Rp14.000-Rp14.100 per dolar AS dengan kecenderungan menguat meski terbatas.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA