Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat perkembangan saham melalui monitor, di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Investor melihat perkembangan saham melalui monitor, di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Saham Bank dan Telekomunikasi Jadi Rekomendasi, Catat Target Harganya

Minggu, 18 Oktober 2020 | 19:44 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi cenderung menguat dalam sepekan ke depan pada kisaran 5.100-5.250. Sejumlah saham operator telekomunikasi dan perbankan menjadi rekomendasi para analis seiring dengan prediksi perbaikan kinerja secara kuartalan.

Senior Vice President Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan, sentimen dari domestik yang mempengaruhi IHSG sepekan ke depan adalah kisi-kisi kinerja keuangan sejumlah bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Tiga bank ini diperkirakan mengalami perbaikan kinerja secara kuartalan pada kuartal III dibanding kuartal II, walaupun kinerja secara tahunan mengalami koreksi.

“Sepertinya efek Omnibus Law dan laporan keuangan kuartal III emiten yang lebih baik dibanding kuartal II akan menjadi driver IHSG bergerak positif,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (18/10).

Dalam sepekan terakhir, IHSG mengalami peningkatan 0,98% ke posisi 5.103,4 dibanding pekan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (16/10), investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) Rp 494,33 miliar. Sehingga, posisi net sell sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 46,54 triliun.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Jumat waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 0,39% menjadi 28.606,31. Sedangkan S&P 500 naik 0,01% menjadi 3.483,81. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 0,36% menjadi 11.671,56.

Menurut Janson, dari luar negeri, investor menanti pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal III Tiongkok, yang diharapkan tumbuh positif. Hal ini bisa berdampak positif kepada ekonomi global termasuk Indonesia. Selain itu, potensi titik temu antara Partai Demokrat dan Partai Republik di parlemen AS untuk tambahan insentif fiskal ekonomi negara tersebut juga menjadi sentimen penggerak bursa saham.

“Terkait pemilihan umum Presiden AS, mungkin menjadi katalis negatif di awal November ketika hasil pilpres menjadi alot dan berkepanjangan dan apabila salah satu capres tidak mau mengakui kemenangan capres lainnya,” jelas dia.

Dengan demikian, lanjut Janson, pemilu AS tidak menjadi katalis utama IHSG pada Oktober ini. Di sisi lain, pihaknya memprediksi IHSG terus mencoba bergerak di teritori positif pada area 5.200-5.250 selama Oktober. Pihaknya merekomendasikan buy on weakness saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pada area Rp 2.680 dengan target harga Rp 3.000. Sedangkan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga buy on weakness pada Rp 2.130, dengan target harga Rp 2.300.

Selain itu, saham BMRI dan BBNI turut direkomendasikan buy on weakness masing-masing pada level Rp 5.600 dan Rp 4.750. Saham dua bank BUMN ini ditargetkan masing-masing Rp 6.000 dan Rp 5.100.

Secara terpisah, analis teknikal Sucor Sekuritas Hendriko Gani menjelaskan, IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan resisten pada level 5.186-5.200 dan support pada 5.050-5.066 selama sepekan ke depan. Aksi window dressing investor diprediksi baru terjadi pada Desember. Pihaknya mencermati, masih ada kemungkinan IHSG terkoreksi pada November nanti.  “Saham TLKM direkomendasikan dengan target harga Rp 2.850-Rp 2.900,” kata dia.

Prediksi penguatan IHSG juga diutarakan Equity Analyst PT Phillip Sekuritas Indonesia Anugerah Zamzami Nasr. Pihaknya memperkirakan, IHSG menguat terbatas pada kisaran 5.040-5.180 selama sepekan ke depan. Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) bisa dikoleksi dengan target harga Rp 4.000.

Sementara itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, kandidat dari Partai Demokrat AS Joe Biden diperkirakan akan menang pada pemilihan presiden AS 3 November 2020. Beberapa jajak pendapat menempatkan Biden memimpin atas kandidat dari Partai Republik Donald Trump. Kemenangan ini akan mendorong paket stimulus ekonomi yang lebih besar dan mengurangi potensi perang dagang dengan Tiongkok.

“Pajak perusahaan di AS juga diperkirakan akan naik. Hal ini mendorong nilai tukar dolar AS lebih lemah dan akan positif bagi pasar negara berkembang termasuk Indonesia,” jelas dia.

Hans menambahkan, hadirnya sentimen seperti progress pengadaan vaksin Covid-19 dan perkiraan kinerja emiten yang lebih baik pada kuartal ke III membuat IHSG bisa menguat terbatas dalam sepekan ke depan. Support IHSG diprediksi sekitar 5.067-5.001 dan resistance di level 5.182-5.200.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN