Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tiphone Mobile Indonesia. Foto: tiphone.co.id

Tiphone Mobile Indonesia. Foto: tiphone.co.id

Setahun Kena Suspensi, BEI Ingatkan Potensi Delisting Saham TELE

Jumat, 11 Juni 2021 | 09:01 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan investor publik dan para pemangku kepentingan atas pemegang saham dan surat utang PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) terkait adanya potensi delisting saham TELE dari lantai bursa.

Peringatan ini disampaikan BEI karena saham TELE telah disuspensi selama 12 bulan dan berpotensi dicoret dari bursa bila masa suspense belum juga dicabut selama 24 bulan.

“Kami sampaikan bahwa saham dan obligasi PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk telah disuspensi di Seluruh Pasar selama 12 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 10 Juni 2022,” demikian Pengumuman BEI yang ditandatagani oleh Vera Florida selaku Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 dan Mulyana selaku P.H. Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, tanggal 10 Juni 2021.

Sementara suspensi dilakukan BEI mengacu pada Ketentuan III.3.1.1, Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Sebelumnya manajemen TELE menyatakan telah mendapatkan persetujuan dari para kreditur terkait usulan perdamaian dalam perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Sekretaris Perusahaan Tiphone Mobile Indonesia Semuel Kurniawan menjelaskan, persetujuan perdamaian ini sesuai dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan memutus perkara PKPU pada Senin (4/1).

“Putusan pengesahan/homologasi rencana perdamaian PT Tiphone Mobile Indonesia, Tbk, PT Telesindo Shop, PT Simpatindo Multi Media, PT Perdana Mulia Makmur dan PT Poin Multi Media Nusantara,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/1).

Semuel melanjutkan, para kreditur yang hadir dalam pertemuan tersebut telah melakukan voting dan total suara yang setuju dengan Proposal Perdamaian mencapai 100%, terdiri dari perbankan, pemegang obligasi, kreditur utang dagang dan kreditur lainnya. “Sebab itu, rencana perdamaian yang telah di homologasi itu telah sah mengikat efektif antara para debitur dan kreditur. Dengan demikian PKPU terhadap Tiphone Mobile Indonesia telah berakhir,” ujarnya.

Dengan adanya persetujuan perdamaian ini, perseroan dapat fokus melanjutkan kegiatan usahanya di bidang telekomunikasi seperti sedia kala. Meski di tengah pandemi, pihaknya optimistis bisnis telekomunikasi khususnya untuk layanan data memiliki potensi yang tinggi sehingga dapat memberikan keuntungan kepada para kreditur dan pemegang saham.

"Kami akan bangkit ke depan untuk meneruskan bisnis yang sudah ada. Sejalan dengan dukungan penuh yang diberikan oleh Telkomsel, perseroan juga sudah memiliki jaringan bisnis in-place yang dapat digunakan untuk mengkapitalisasi pertumbuhan digital telecommunication di Indonesia,” pungkasnya.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN