Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
The Fed. Foto: wikipedia

The Fed. Foto: wikipedia

The Fed dan Pernyataan Trump

Rabu, 27 Februari 2019 | 11:26 WIB

 

Kiswoyo mengatakan, beberapa sentimen positif tetap mewarnai pasar modal di Tanah Air. Dari faktor global, lanjut dia, sentimen datang dari The Fed yang kemungkinan hanya akan menaikkan Fed Funds Rate satu kali tahun 2019. Tahun lalu, bank sentral AS tersebut menaikkan FFR empat kali.

 

 

 

“Sentimen lain adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang potensi kesepakatan ’damai’ yang meredam perang dagang AS-Tiongkok, atau pengenaan kenaikan tariff terhadap barang-barang produksi Tiongkok akan ditunda,” paparnya.

 

 

 

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan segera menandatangani kesepakatan dengan Presiden RRT Xi Jinping untuk mengakhiri perang dagang, jika kedua Negara berhasil menjembatani beberapa perbedaan yang tengah dibicarakan.

 

 

 

Ia juga mengatakan para anggota delegasi perundingan sudah sangat dekat dengan kata sepakat. Sebagaimana dilansir Reuters, Trump memaparkan sebelumnya, kedua pihak akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi lagi. Hal ini kemungkinan dilanjutkan dengan pertemuan untuk penandatanganan perjanjian.

 

 

 

Sementara itu, jika periode ’gencatan’ perang dagang tak diperpanjang, bea masuk bagi produk impor asal Tiongkok senilai US$ 200 miliar akan dinaikkan menjadi 25% dari saat ini 10%, mulai 2 Maret nanti.

 

 

 

“Jika tercapai kesepakatan ASTiongkok, ada harapan arus perdagangan dunia akan kembali pulih. Ini mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi,” ujar Kiswoyo.

 

 

 

Sementara itu, Antara melaporkan, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat Selasa pagi dipicu positifnya negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan RRT. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (26/2) pagi juga menguat 21 poin menjadi Rp 13.997 per dolar AS, dibanding posisi sebelumnya Rp 14.018 per dolar. (bersambung)

 

 

 

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/bali-united-siap-ipo/185946

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA