Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell. ( Foto: Win McNamee/Getty Images/AFP )

Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell. ( Foto: Win McNamee/Getty Images/AFP )

FOKUS PASAR:

The Fed Tahan Suku Bunga Rendah hingga Proyeksi ADB

Kamis, 17 September 2020 | 10:04 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - The Federal Reserve (The Fed) setelah pertemuan yang cukup panjang akhirnya menyepakati untuk menahan tingkat suku bunga pada level terendah dan kebijakan ini akan berlaku selama 3 tahun mendatang dengan harapan dapat mendorong perekonomian agar dapat pulih lebih cepat.

Dalam riset yang diterbitkan Pilarmas Sekuritas, The Fed menjelaskan tingkat suku bunga ini akan dipertahankan sejalan dengan penundaan pengetatan kebijakan moneter hingga Amerika Serikat mencapai target inflasi yang telah ditentukan sebelumnya yakni sebesar 2% dan juga membaiknya data tenaga kerja AS. Lebih lanjut Powell menjelaskan saat ini The Fed dan Bank Sentral AS berupaya mengejar target tersebut dengan tetap memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan setelah kebijakan tersebut diterapkan.

Di sisi lainya Powell menjelaskan berbagai kebijakan ini harus  didukung untuk dengan pengendalian penyebaran Covid-19 yang tepat agar stimulus yang dikeluarkan dapat berjalan lebih efektif untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Namun Pilarmas Sekuritas menilai sejauh ini angka pengangguran yang membutuhkan bantuan lebih lanjut masih cukup tinggi, berbanding terbalik dengan realisasinya yang mengindikasikan belum ada stimulus lanjutan yang akan diberikan dalam waktu yang dekat. Hal ini tentu saja membuat para pelaku pasar dan investor cukup kecewa dan menjadi sentimen negatif yang menekan pasar.

“Kami melihat bahwa The Fed saat ini sudah merasa cukup dengan kebijakan yang adam selain itu dari sisi pemerintah dan kongres AS sendiri hingga saat ini masih belum menunjukkan adanya pembahasan lebih lanjut mengenai pemberian stimulus lanjutan yang sebelumnya ramai dibicarakan,”papar Pilarmas.

Sementara itu Country Economist Asian Development Bank (ADB) perwakilan Indonesia yaitu Emma Allen memprediksikan perekonomian Indonesia pada tahun 2021 mendatang dapat bertumbuh hingga 5,3%, namun apabila mengacu pada data historis perekonomian Indonesia maka bisa disebutkan proyeksi ini menandakan pertumbuhan ini berada pada level yang stagnan.

“Perekonomian Indonesia juga akan mengalami kontraksi sebanyak hingga -1,0% dan menjadi kali pertama sejak periode 1997-1998,” jelasnya dalam riset Pilarmas.

Menurut Emma, perkiraan ini seiring dengan datangnya pandemi aktivitas domestik dan permintaan eksternal menjadi terhambat dan menyebabkan seluruh indikator ekonomi Indonesia menurun, termasuk konsumsi, investasi, dan perdagangan.

Permintaan domestik yang melemah inipun meningkatkan inflasi dan defisit transaksi berjalan bergerak moderat. Kendati demikian Pilarmas Sekuritas mengatakan hal ini menjadi suatu kewajaran lantaran pada 2020, seluruh dunia termasuk Indonesia mengalami tekanan yang luar biasa dengan adanya pandemi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF, Hidayat Amir mengatakan target pertumbuhan ekonomi pemerintah tidak berbeda jauh dengan ADB. Pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan terkontraksi -1,1% - 0,2%. Sementara pada 2021, ekonomi ditargetkan tumbuh pada kisaran 4,5% - 5,5%.

“Saat ini penerapan dari pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi perhatian pelaku pasar, hal tersebut dinilai dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi yang pada akhir-akhir ini mulai membaik. Namun, disisi lain penanganan kesehatan adalah prioritas pemerintah, di samping pemulihan ekonomi,” pungkas Pilarmas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN