Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Blue Bird

Blue Bird

Topang Pertumbuhan Kinerja, Blue Bird Jajaki Bisnis Logistik

Minggu, 2 Agustus 2020 | 12:50 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id –  PT Blue Bird Tbk (BIRD) sedang menjajaki lini bisnis logistik. Langkah ini sebagai satu dari beberapa strategi perseroan untuk mendongkrak kinerja keuangan ke depan.

“Kami juga masuk ke bisnis baru di logistik, baik retail logistics maupun juga business to business (B to B), serta tetap melakukan investasi di sisi teknologi yang memang kita perlukan,” ujar Head of Investor Relation Blue Bird Michael Tene kepada Investor Daily di Jakarta, baru – baru ini.

Dia menjelaskan, salah satu pengembangan teknologi yang diterapkan dalam bisnis Blue Bird, yaitu pengimplementasian QR Code di dalam taksi dengan menggunakan QRIS. Adapun, teknologi ini nantinya memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran.

Berbagai strategi tersebut, lanjut Michael, ditujukan agar layanan yang diberikan perseroan bisa dengan mudah dijangkau pelanggan. “Selain itu, metode tersebut bertujuan memastikan protokol kesehatan yang ketat dalam setiap layanan kami,” ujarnya.

Hingga akhir Juni 2020, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,15 triliun atau turun 39,79% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,91 triliun. Penurunan tersebut berimbas terhadap rugi bersih perseroan senilai Rp 93,67 miliar pada semester I-2020, dari sebelumnya dengan laba bersih sebesar Rp 158,37 miliar.

Menurut Michael, rugi bersih ini sebagai akibat pandemi Covid-19, terutama berasal dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diambil pemerintah. Hal tersebut tentunya menurunkan mobilitas masyarakat yang berdampak juga terhadap kinerja operasional dan keuangan perseroan.

Kendati demikian, dia menyatakan, kondisi perseroan sudah memasuki fase pemulihan yang solid. Hal tersebut tercermin dari tren pertumbuhan tiap operasional perseroan setiap bulannya.

“Tapi kalau kami melihat secara bulan per bulan, April merupakan posisi terendah dan di Mei serta Juni posisi revenue sudah mulai tumbuh bulan per bulannya walaupun belum kembali ke posisi normal di Januari -Februari kemarin, sehingga kami yakin kami sudah dalam recovery trajectory yang solid,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan perseroan, tercatat total pendapatan perseroan dikontribusi oleh segmen operasi taksi sebesar Rp 1,51 triliun dan segmen bisnis non taksi sebesar Rp 400,54 miliar.

Beban langsung tercatat sebesar Rp 946,27 miliar menyusut 31,71% dari sebelumnya sebesar Rp 1,38 triliun pada periode semester I-2019. Alhasil, perseroan membukukan laba bruto sebesar Rp 205,08 miliar atau terkoreksi 61,24% dari sebelumnya sebesar Rp 529,17 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai sebesar Rp 7,63 triliun pada akhir Juni 2020 meningkat 2,83% dari sebelumnya sebesar Rp 7,42 triliun pada akhir Desember 2019. Total aset terdiri atas aset lancar sebesar Rp 1,12 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 6,50 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN