Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
SMF. Foto: dok. SMF

SMF. Foto: dok. SMF

2020, SMF Terbitkan Surat Utang Rp 7,157 Triliun

Jumat, 8 Januari 2021 | 10:09 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sepanjang tahun 2020, telah melakukan penerbitan surat utang mencapai Rp 7,157 triliun dan total penerbitan sukuk sebesar Rp 346 miliar.

Direktur SMF Trisnadi Yulrisman secara virtual, Kamis (7/1/2021), mengatakan penerbitan tersebut menurun dibandingkan tahun 2019 dengan total penerbitan Rp 9,28 triliun.

Dengan demikian, SMF telah konsisten menerbitkan surat utang selama 11 tahun sejak 2009 hingga 2020 dengan total Rp 41 triliun dari 44 kali penerbitan. Total penerbitan sukuk juga sudah lebih dari Rp 900 miliar. SMF juga memiliki fasilitas kredit dari 8 bank dengan total nilai Rp 6 triliun dan repurchase agreement line untuk mengatasi kondisi kesulitan likuiditas.

Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF
Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF

SMF juga telah membuka akses pasar uang dengan menerbitkan surat utang berharga komersial (SBK) pada akhir tahun 2019.

“Selain obligasi, MTN, SMF juga rutin fasilitasi sekuritisasi melalui penerbitan EBA-SP dalam konteks SMF selaku penerbit. SMF telah memfasilitasi 13 transaksi sekuritisasi dengan total sebesar Rp 12,15 triliun. Sampai dengan saat ini, rating seluruh EBA yang diterbitkan SMF adalah Triple A, baik rating pada saat penerbitan maupun rating tahunan,” papar dia.

Untuk tahun 2021 ini, Trisnadi mengaku berencana menerbitkan surat utang sebesar Rp 9,35 triliun untuk mendukung pembiayaan perumahan.

Kinerja keuangan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF
Kinerja keuangan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF

“Di dalamnya bervariasi bisa saja obligasi, MTN konvensional atau sukuk, ini tentu jadi menarik, angka Rp 9,35 triliun ini meningkat disbanding 2020 yang kita terbitkan Rp 7,3 triliun,” urai dia.

Rencana penerbitan surat utang akan berkaitan erat dengan kegiatan bisnis SMF tahun ini. Pihaknya juga mengaku, tidak menutup kemungkinan realisasi penerbitan surat utang tahun ini bisa lebih besar dibandingkan yang direncanakan sebesar Rp 9,35 triliun.

“Ini tentu kita lihat jadi tantangan, apakah Covid ini berangsur menurun dan kondisi membaik? Dan kebutuhan primer kepemilik an rumah yang tinggi dan masyarakat mau beli rumah baik dana langsung atau melalui bank. Ini akan berkaitan dengan sektor perumahan,” jelas Trisnadi.

Untuk bisnis syariah, Trisnadi memaparkan bahwa penyaluran pembiayaan untuk syariah belum sebesar konvensional. Begitu pula dengan pendanaan syariah yang masih kecil dibandingkan dengan pendanaan konvensional.

“Dari rencana Rp 9,35 triliun itu untuk pembiayaan surat utang terbagi jadi 65-70% untuk konvensional dan FLPP, se dangkan sukuk sekitar 20%,” katanya.

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) / SMF
Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) / SMF

Sedangkan Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menambahkan, pandemi Covid-19 cukup berdampak terhadap industri properti. Namun, pihaknya masih melihat peluang tumbuh di segmen properti residensial dengan harga di bawah Rp 1,5 miliar.

“Untuk residensial, property di bawah Rp 1,5 miliar masih sangat baik, permintaan tinggi dan_supply_tetap diberikan oleh pengembang-pengembang, karena pasar itu jadi tolok ukur residensial,” ucap Ananta.

Ananta juga mengaku, SMF mendapat perluasan mandate dari pemerintah, yakni bukan hanya memberikan pembiayaan dari sisi_ demand_ tapi juga ke sisi_ supply.

“Kita bisa biayai konstruksi dan KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha), dan juga_ microfinance housing_untuk pembiayaan sekunder,” imbuh dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Meirijal Nur menyampaikan bahwa SMF memiliki peranan penting untuk menyediakan pembiayaan perumahan.

Untuk itu, Kemenkeu memperluas peran SMF sehingga bisa memberikan pembiayaan kepada sektor konstruksi perumahan atau dari sisi supply.

“Kalau selama ini SMF bergerak di bidang_ demand, kami lihat SMF bisa untuk kita kembangkan perannya lebih besar lagi, tahun 2020 kami pemegang saham melakukan perubahan sangat besar di SMF. Kita berikan Perpres yang membolehkan SMF membiayai dari sisi supply  untuk bangun ekosistem perumahan,” urai Meirijal._

Untuk perluasan usaha tersebut, saat ini sedang dilakukan proses yang tidak hanya melalui Perpres tapi juga dibutuhkan proses revisi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah mendapatkan perizinan dari OJK untuk melakukan perluasan usaha SMF.

Baca juga

https://investor.id/finance/smf-raih-laba-kotor-rp-500-miliar

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN