Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CIMB Niaga. Foto ilustrasi: Ist

CIMB Niaga. Foto ilustrasi: Ist

2021, CNAF Mulai Jajakan Produk Multiguna Dana Tunai

Kamis, 13 Agustus 2020 | 21:32 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) berencana untuk memperluas cakupan bisnisnya dengan fokus menyalurkan pembiayaan multiguna dana tunai. Seiring pendekatan digitalisasi dan otomatisasi yang diusung perseroan, upaya penyaluran pembiayaan multiguna bakal lebih ekspansif di 2021.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyampaikan, saat ini pihaknya masih menaruh fokus pada pembiayaan kendaraan bermotor. Namun demikian, perseroan berniat memperluas cakupan bisnis dengan turut menggarap pembiayaan multiguna di tahun depan.

"Kita sudah mengajukan produk baru ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu terkait multiguna dan akan kita garap di 2021 setelah pandemi, kita akan ekspansif pada produk multiguna. Produk lain kita masih jajaki," ungkap Ristiawan pada acara CEO Talks di BeritasatuTV, Rabu (12/8) malam.

Menurut dua, OJK sudah memberikan lahan yang luas bagi multifinance menggarap pasar pembiayaan. Salah satunya dengan memperbolehkan menyalurkan pembiayaan multiguna, berupa dana tunai dengan underlying pada kegunaan tertentu.

Melihat fenomena di pasar, Ristiawan menuturkan, penggunaan pembiayaan multiguna berupa dana tunai itu lebih banyak diperuntukan sebagai modal usaha atau bentuk investasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lahan untuk menggarap segmen itu masih terbuka lebar dan kini CNAF tertarik untuk mulai merambah segmen tersebut.

Di sisi lain, dia mengemukakan, langkah memperluas cakupan bisnis itu menjadi salah satu upaya menggenjot pembiayaan. Hal itu bakal didukung pendekatan digitalisasi dan otomatisasi dari perseroan, sehingga ekspansi yang dilakukan bisa lebih maksimal.

Karena dia menilai, segmen nasabah CNAF mengandalkan aspek pelayanan dari perseroan. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan adalah melalui digitalisasi dan otomatisasi.

"Kita menawarkan kecepatan, simplifikasi, dan transparansi yang hubungannya dengan aspek digitalisasi. Setelah kita melakukan hal itu, ada peningkatan pembiayaan," ucap Ristiawan.

Dia mengatakan, berbagai kemudahan yang dengan adanya digitalisasi juga dipakai oleh mitra kerja dari perseroan. Sempat diluncurkan pada akhir 2019 lalu, penjualan kendaraan bermotor dari mitra bisnis menunjukan tren peningkatan. Salah satunya karena nasabah bisa mendapatkan hasil dari pengajuan pembiayaan hanya dengan waktu 1 jam setelah segala persyaratan terpenuhi.

Sampai saat ini, sambung dia, pembiayaan terkoreksi tapi tidak terlalu dalam. Menariknya, pembiayaan kendaraan bekas mencatatkan pertumbuhan positif.

"Kalau diterjemahkan, pandmei ini merubah pola hidup masyarakat yang tadinya sudah berpindah ke mass transportation, saat ini mereka preferensinya ke kendaraan pribadi. Tekanan ekonomi membuat mereka berpindah ke mobil bekas daripada mobil baru," ujar dia.

Namun demikian, dia menambahkan, perseroan sudah menyampaikan perbaikan target tahun ini ke OJK. Karena pandemi Covid-19 begitu memukul perekonomian Indonesia. Melihat hal tersebut perseroan mesti membuat perkiraan yang lebih realistis dibandingkan situasi normal sebelum pandemi.

Ristiawan enggan menyampaikan perbaikan target sebelum disetujui pihak regulator. Meski demikian, dia memastikan efisiensi menjadi kunci dari CNAF untuk bisa bertahan di situasi sulit seperti saat ini sampai beberapa waktu mendatang. Hal konkret yang dilakukan adalah dengan mempercepat proses digitalisasi dan otomatisasi.

"Tidak hanya permintaan, tapi dampak operational expense itu besar. Banyak otomasi yang dilakukan dan banyak persetujuan yang bisa dilakukan melakukan lewat digital. Nasabah kini bisa melakukan pengajuan pembiayaan bisa melalui mobile apps dan web base CNAF," kata dia.

Lebih lanjut, dia menerangkan, dampak nyata dari digitalisasi dan otomatisasi adalah penggunaan kertas yang berkurang drastis. Secara tidak langsung yang dilakukan perseroan turut memberi dampak baik pada lingkungan. Digitalisasi dan otomatisasi bahkan mendukung upaya penerapan work from home (WFH), meski dalam realisasinya sebagian karyawan CNAF masih bekerja di kantor.

Ristiawan menjelaskan, pihaknya menerapkan sejumlah kebijakan bagi karyawan saat pandemi Covid-19. Pertama, setengah dari karyawan diperuntukan WFH. Setengah karyawan lain melakukan pergantian untuk melayani nasabah secara langsung. Selain itu, skema shifting split pun diterapkan guna memastikan bahwa jika terjadi keadaan terburuk, operasional perseroan masih tetap berjalan.

"CNAF itu bukan yang paling besar dan paling lama. Kalau mengikuti bisnis yang ada agak sulit untuk kita masuk. Makanya kita masuk melalui digitalisasi, untuk bisa menang kompetisi sekarang dan kedepan. Kita mencoba menggali kemungkinan dari nasabah eksisting kita dan eksisting induk perusahaan yang cukup besar. Jadi strategi dibuat sedikit berbeda," tutup dia. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN