Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
SMF. Foto: dok. SMF

SMF. Foto: dok. SMF

2021, SMF Raih PMN Rp 2,3 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:45 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mendapat jatah penyertaan modal negara (PMN) tahun 2021 sebesar Rp 2,3 triliun. Nilai itu diharapkan bisa mendukung pembiayaan 157.500 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program KPR FLPP.

Hal tersebut turut dikonfirmasi oleh Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo. Dia menyatakan, proyeksi realisasi penggunaan dana itu sejalan dengan target realisasi KPR FLPP yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2021 sebanyak 157.500 unit rumah.

"Sebagaimana PNM tahun sebelumnya, dana PMN tahun 2021 didedikasikan untuk program subsidi KPR FLPP, dana PMN tersebut akan kami blend dengan penerbitan surat utang kurang lebih sebesar PMN, sehingga jumlah unit rumah yang akan memperoleh pembiayaan semakin banyak," kata Heliantopo kepada Investor Daily, Selasa (18/8). 

Heliantopo, Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Heliantopo, Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero)

Sementara itu, berdasarkan Buku II Nota Keuangan Beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 menyebut, PMN kepada SMF dilakukan sebagai dukungan pemerintah dalam rangka meningkatkan peran perseroan sebagai liquidity facility.

Pertama, untuk meningkatkan kapasitas penyaluran pinjaman untuk lembaga penyalur KPR.

Kedua, guna mendukung kesinambungan pembiayaan perumahan dan sebagai fiscal tools melalui penyediaan pendanaan kepada penyalur KPR FLPP oleh SMF. Sehingga menjaga porsi pembiayaan oleh pemerintah sebesar 75% dan porsi perbankan pelaksana sebesar 25%.

"SMF akan me-leverage dana PMN yang diperoleh melalui penerbitan surat utang mengingat SMF memiliki kemampuan leveraging yang memadai. Output yang diharapkan dari penambahan PMN kepada SMF guna mendukung pembiayaan 157.500 unit rumah bagi MBR pada program KPR FLPP," demikian dipaparkan pada Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN Tahun 2021.

Grafik Realisasi FLPP
Grafik Realisasi FLPP

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI, Sampai dengan akhir tahun 2019, SMF telah menyalurkan pinjaman kepada 12 lembaga penyalur KPR FLPP. Perseroan telah melakukan pinjaman mencapai Rp 2.909,3 miliar untuk membiayai 88.911 unit rumah bagi MBR.

Pada 2021, SMF mendapat komitmen dari pemerintah untuk mendapat PMN mencapai Rp 2,3 triliun, atau naik sebesar 27,78% dibandingkan outlook tahun 2020 sebesar Rp 1,8 triliun. PMN yang diterima SMF pada 2021 mencakup 6,15% dari total pembiayaan investasi pemerintah melalui PMN kepada BUMN.

Adapun penambahan PMN kepada SMF diharapkan dapat menunjang program pemerintah di bidang perumahan. Selanjutnya, memenuhi kebutuhan MBR akan tempat tinggal yang layak dan terjangkau, dan membantu mengatasi permasalahan maturity mismatch dari bank penyalur KPR.

SMF juga diharapkan dapat meningkatkan pembiayaan perumahan serta mendorong bergeraknya sektor riil. Artinya, membuka lapangan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran yang akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan program pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 oleh pemerintah di tahun 2021.

Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN Tahun 2021 juga menjelaskan, sumber dana SMF untuk dukungan tersebut berasal dari PMN yang selanjutnya di-leverage melalui penerbitan obligasi PT SMF (Persero) di pasar modal. Selanjutnya, risiko karena peningkatan suku bunga pasar KPR dimitigasi dengan penyediaan dana murah yang bersumber dari lembaga keuangan pembiayaan perumahan milik pemerintah, sehingga dapat menurunkan batas atas dari suku bunga KPR dan menghasilkan selisih subsidi bunga yang lebih rendah.

Grafik kinerja program SSB
Grafik kinerja program SSB

Di sisi lain, perhatian pemerintah di bidang infrastruktur pada beberapa tahun terakhir diklaim telah berkontribusi pada percepatan peningkatan kualitas infrastruktur di Indonesia. Percepatan penyediaan infrastruktur menjadi penting karena Indonesia mengalami defisit infrastruktur nasional sejak krisis ekonomi global 1998 dan krisis finansial Asia 2008.

Oleh karena itu, komitmen pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penguatan daya saing. Percepatan pembangunan infrastruktur diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang. Salah satu upaya percepatan pembangunan infrastruktur dilakukan melalui penambahan PMN kepada BUMN.

Sebagian besar PMN kepada BUMN diarahkan untuk memperkuat konektivitas nasional agar tercapai keseimbangan pembangunan, mempercepat penyediaan infrastruktur perumahan dan kawasan permukiman (air minum dan sanitasi), serta infrastruktur kelistrikan dan mengembangkan sistem transportasi massal dalam kota.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN