Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sinarmas Multifinance

Sinarmas Multifinance

Piutang Tumbuh 20,43%, AB Simas Finance Laba Rp 24,17 Miliar

Jumat, 27 Agustus 2021 | 04:30 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT AB Sinar Mas Multifinance (AB Simas Finance) mencatatkan piutang pembiayaan mencapai Rp 806,88 miliar atau tumbuh 20,43% secara year on year (yoy) sampai dengan semester I-2021. Kinerja itu pada akhirnya menghasilkan laba bersih sebesar Rp 24,17 miliar atau melesat 148,61% (yoy).

Mengacu pada laporan keuangan perseroan sampai dengan semester I-2021, pertumbuhan pada piutang pembiayaan tersebut berkat diversifikasi bisnis yang dilakukan. Lini bisnis utama yakni piutang pembiayaan modal kerja skema anjak piutang masih tercatat terkontraksi 5,88% (yoy) menjadi Rp 629,42 miliar.

Kemudian, piutang multiguna hanya tercatat sebesar Rp 141,16 juta atau susut 14,63% (yoy). Namun demikian, piutang sewa pembiayaan berhasil menambal dua lini di atas dengan pertumbuhan signifikan mencapai 173,48% (yoy), dari Rp 1,02 miliar menjadi Rp 177,31 miliar hingga semester I-2021.

Meski piutang piutang pembiayaan modal kerja skema anjak piutang tercatat terkontraksi, tapi lini bisnis itu masih menopang pendapatan sebesar Rp 66,27 miliar dan tumbuh 190% (yoy). Sedangkan pendapatan dari sewa pembiayaan mencapai Rp 2,28 miliar atau tumbuh 394,75% (yoy).

Lebih lanjut, perseroan berhasil membukukan total pendapatan mencapai Rp 89,42 miliar atau tumbuh 138,12% (yoy) di semester I-2021. Jumlah beban pun selaras dengan realisasi sebesar Rp 57,99 miliar atau tumbuh 131,17% (yoy).

Alhasil, AB Simas Finance berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 24,17 miliar atau melesat 148,61% (yoy), dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 9,72 miliar.

Pada saat yang sama, perseroan mencatat total aset sebesar Rp 1,34 triliun atau naik 59,28% tahun berjalan (year to date/ytd). Liabilitas sebesar Rp 845,08 miliar atau meningkat 125,74% (ytd). Ekuitas tumbuh 7,56% (ytd) menjadi Rp 504,20 miliar. Adapun pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) terjaga sempurna di posisi 0%.

Di samping itu, rasio permodalan perusahaan masih relatif kuat untuk meneruskan ekspansi bisnis di level 54,94%. Return on asset (ROA) sebesar 1,79% dan return on equity (ROE) sebesar 1,79%. Gearing ratio sebesar 1,79 kali, jauh dibawah ketentuan maksimal sebesar 10%.

Target Pembiayaan
Direktur Utama AB Simas Finance Felix mengatakan, perseroan terus mengukuhkan diri sebagai perusahaan pembiayaan korporasi yang berdaya saing dengan menawarkan produk-produk yang memiliki fitur-fitur yang unggul dan bernilai tambah. Selain itu, bunga yang ditawarkan juga kompetitif dan skema pembiayaan yang fleksibel sehingga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang bervariatif dan kondisi likuiditas mereka.

"Selain mempertahankan nasabah eksisting untuk meningkatkan repeat business, perseroan turut berusaha memperluas basis nasabahnya di sektor-sektor potensial baru. Untuk itu, perseroan fokus pada pengembangan kualitas portofolio dan kinerja sumber daya manusia sebagai penunjang operasional perseroan," kata Felix melalui Laporan Keuangan AB Simas Finance Tahun 2020 dengan judul Peluang Bisnis di Tengah Krisis, dikutip Investor Daily, Kamis (16/8).

Dia menerangkan bahwa strategi tersebut telah mampu mendorong pertumbuhan bisnis di tahun lalu meskipun kondisi perekonomian mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19. Berikutnya di tahun ini, pihaknya lebih optimistis seiring dengan proyeksi sejumlah lembaga internasional bahwa perekonomian Indonesia bakal lebih baik.

"Di tahun 2021, perseroan menargetkan pencairan pembiayaan modal kerja sebesar Rp 780 miliar. hal ini tentunya sudah dikalkulasi dengan matang sesuai dengan sumber daya dan kemampuan finansial yang dimiliki perseroan," demikian kata Felix.

Dengan penetapan target perseroan tersebut, pendanaan akan terus didukung oleh induk perusahaan serta diversifikasi sumber pendanaan, baik melalui pasar modal maupun pinjaman perbankan domestik. Perseroan berencana akan menerbitkan kembali obligasi ronde kedua di tahun 2021.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN