Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Permodalan Nasional Madani

Permodalan Nasional Madani

Segmen Umi Kondusif, Pembiayaan PNM Tumbuh 137,48%

Senin, 6 September 2021 | 18:49 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 29,82 triliun atau tumbuh 137,48% secara tahunan (year on year/yoy) hingga Agustus 2021. Kualitas aset pun terus membaik seiring aktivitas ekonomi segmen ultra mikro (Umi) yang dinilai lebih kondusif.

Data PNM memaparkan, realisasi pertumbuhan penyaluran pembiayaan itu didorong dari dua lini utama yakni Mekaar dan UlaMM. Pembiayaan Mekaar tumbuh 144,01% (yoy) menjadi Rp 27,86 triliun, sedangkan pembiayaan UlaMM tumbuh 72,13% (yoy) menjadi Rp 1,96 triliun.

Adapun total outstanding pembiayaan PNM mencapai Rp 29,25 triliun atau tumbuh 72,26% (yoy). Outstanding pembiayaan Mekaar tumbuh 106,72% (yoy) menjadi Rp 21,89 triliun, sedangkan outstanding pembiayaan UlaMM meningkat 15,88% (yoy) menjadi Rp 7,35 triliun.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi. Foto: IST
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi. Foto: IST

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyampaikan, perusahaan melakukan penyesuaian penyaluran pembiayaan pada Juli 2021 karena pemberlakukan pembatasan sosial. Namun demikian, penyaluran pembiayaan pada Agustus 2021 sudah kembali pada tren yang diharapkan. Perseroan optimistis target penyaluran pembiayaan akhir tahun sebesar Rp 38 triliun bisa diraih.

"RKAP kita sementara tidak ada perubahan, memang arahannya masih seperti itu. Apalagi belakangan kita fokus memproses right issue dan proses integrasi dengan BRI dan Pegadaian. Optimistis harus, tapi waspada jalan terus," ucap Arief kepada Investor Daily, Minggu (5/9) malam.

Kualitas aset perusahaan pun terus membaik dengan refleksi non performing financing (NPF) gross sebesar 0,17% pada Agustus 2021. Posisi itu turun dari Agustus 2020 di level 1,38%. Arief mengatakan, membaiknya NPF turut menggambarkan bawah aktifitas ekonomi di segem Umi sudah kembali berjalan.

"Mereka tidak mungkin memenuhi kewajiban jika usahanya tidak berjalan. Restrukturisasi pembiayaan juga sudah jauh berkurang, meski masih ada yang diberi restrukturisasi berupa penundaan bayar dan besaran kewajiban," ujar dia.

Dia memaparkan, permintaan restrukturisasi sempat kembali terjadi pada Juli 2021 khususnya di beberapa wilayah zona hitam Covid-19. Meski begitu, lebih dari 85% portofolio pembiayaan yang telah direstrukturisasi sudah kembali normal. Skema restrukturisasi berupa penundaan bayar juga terbukti berhasil diterapkan dengan collection rate di atas 97%.

Dengan penyaluran pembiayaan yang terukur dan kualitas aset yang terus dijaga baik, PNM berhasil membuka akses pembiayaan lebih luas kepada segmen Umi. Hal itu tercermin dari realisasi jumlah nasabah per Agustus 2021 sebanyak 10,35 juta, atau telah melampaui target di tahun ini sebanyak 10 juta nasabah.

"Target stakeholders dari pemerintah sesuai penugasan yakni memperluas akses segmen unbankable. Itu terus dijalankan dan faktanya dari Desember 2020 sebanyak 7,8 juta nasabah, sekarang bertambah dengan baik. Ini juga menggambarkan resilience para pelaku ultra mikro, bisa jadi juga pengaruh dari sejumlah upaya yang diberikan oleh PNM. Misalnya ada arahan-arahan untuk melakukan diversifikasi usaha dan tidak memaksakan usaha yang tidak memiliki potensi. Lalu masuk ke digital serta memperkuat sinergi antar pelaku ultra mikro," papar Arief.

Selain mendukung segmen Umi dari aspek finansial, PNM juga mendorong perkembangan sektor tersebut dari aspek intelektual dan sosial. Aspek intelektual misalnya berupa pendampingan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas. Sedangkan aspek sosial diantaranya adalah mendorong ultra mikro bekerja sama dan saling terintegrasi, sehingga bisa bertahan sekalipun dalam kondisi krisis akibat pandemi.

Adapun jika dirinci, pada Agustus 2021 total nasabah Mekaar adalah sebanyak 10,21 juta atau meningkat 55,95%. Sedangkan jumlah nasabah UlaMM bertambah 100,74% (yoy) menjadi sebanyak 145.502.

Dari sisi pendanaan, PNM memiliki portofolio masing-masing sebesar 70% berasal dari pasar modal, 10% pinjaman pemerintah (PIP), dan 20% dari perbankan. Dengan hasil dari penerbitan obligasi pada Juli 2021 sebesar Rp 2 triliun, serta mendapat respon positif dari pasar dengan minat mencapai Rp 5,8 triliun, aspek pendanaan sampai akhir tahun ini dipastikan telah aman untuk bisa memenuhi proyeksi penyaluran pembiayaan.

"Tahun 2022 kita lagi banyak utak-atik bersama BRI dan Pegadaian. Kita sudah harus mulai menata langkah-langkah lebih terintegrasi, kami juga optimis bisa tetap tumbuh. Mudah-mudahan tidak ada wave baru, sehingga seharusnya pertumbuhan lebih dari pencapaian sebelumnya. Karena efektifitas dan efisiensi proses yang didapatkan oleh masing-masing anggota holding Umi," beber Arief.

Minimal dengan adanya holding ini, kata dia, sisi pendanaan akan lebih mudah. PNM tidak perlu terus menerus minta kepada pemerintah. Infrastruktur yang BRI miliki juga bisa dipakai PNM untuk melakukan penguatan proses bisnis dan pemberdayaan SDM yang terus dilakukan.

"Kita terus duduk bersama, kita sadari tidak semua proses bisa berjalan mulus dari rencana yang sudah disiapkan. Masih ada detail-detail yang perlu didalami seperti budaya kerja dan budaya perusahaan yang harus diselaraskan. Kemudian proses harus terintegrasi, tidak mengganggu proses sebelumnya tapi memperkuat proses ke depan. Lebih baik lelah sekarang atau berdiskusi lebih intens di awal dibanding timbul masalah di masa mendatang," jelas dia.

Arief menambahkan, pencapaian bisnis perusahaan sampai saat ini tidak terlepas dari kontribusi dan peran 57.600 insan PNM. Diantaranya termasuk kontribusi dari sekitar 48 ribu account officer (AO) Mekaar dan sekitar 7 ribu AO UlaMM. PNM masih akan membuka akses di beberapa wilayah baru, baik di tahun ini maupun pada tahun depan.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN