Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Astra Financial.

Astra Financial.

Kolaborasi Astra untuk Solusi Keuangan Masyarakat Indonesia

Minggu, 12 September 2021 | 17:02 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Riset yang dilakukan oleh perusahaan analitik dan mobile, App Annie menyebutkan bahwa pada periode kuartal II-2021, pengguna internet di Indonesia menghabiskan waktu sekitar 5,3 jam per hari dalam menggunakan aplikasi di telepon genggam. Durasi ini meningkat 35% dibandingkan kuartal II-2019.

Dari 16 negara yang disurvei, Indonesia berada di urutan kedua dengan penggunaan aplikasi terlama. Adapun satu tingkat di atas Indonesia adalah Rusia, dengan durasi penggunaan aplikasi selama 5,4 jam sehari. Hanya Indonesia dan Rusia yang menjadi negara dengan konsumsi aplikasi di atas 5 jam per hari, sedangkan negara lainnya sekitar 3,1 jam sampai 4,9 jam sehari.

Durasi penggunaan aplikasi Kuartal II-2021.
Durasi penggunaan aplikasi Kuartal II-2021.

App Annie juga menyebutkan, pandemi Covid-19 menjadi penyebab meningkatnya penggunaan aplikasi. Hal ini pula yang menyebabkan aplikasi yang paling banyak diunduh adalah aplikasi permainan. Sebab, di tengah larangan bepergian ke tempat wisata dan tempat hiburan saat pandemi, masyarakat cenderung menghibur dirinya dengan banyak bermain game.

Namun, tidak hanya permainan yang banyak diunduh oleh pengguna internet. Pembatasan kegiatan sosial juga membuat masyarakat sulit melakukan transaksi keuangan, sehingga aplikasi keuangan juga banyak diunduh oleh pengguna internet.

Fenomena ini menjadi pendorong berbagai perusahaan jasa keuangan mulai mengembangkan aplikasinya masing-masing. Apalagi, Indonesia menjadi negara dengan penduduk usia produktif dan melek digital, yakni generasi milenial dan generasi Z, sehingga tren penggunaan aplikasi semakin subur.

Aplikasi yang paling banyak diunduh.
Aplikasi yang paling banyak diunduh.

Ivan (31) merupakan salah satu generasi milenial yang kerap menggunakan aplikasi keuangan di dalam kehidupannya sehari-hari. Bekerja di perusahaan keuangan membuatnya mengenal berbagai macam aplikasi keuangan. Namun, dia melihat ada kekurangan dalam masing-masing aplikasi keuangan. Kekurangan paling utama adalah produk dan fitur yang terbatas.

“Bagus juga ya, kalau misalnya suatu saat ada satu aplikasi yang memuat seluruh transaksi jasa keuangan," ujar Ivan dalam sebuah pembicaraan di sebuah media sosial.

Keterbatasan fitur dalam sebuah aplikasi ini juga dirasakan oleh Agung (43). Karyawan swasta ini sampai harus menggunakan platform e-commerce untuk membeli motor secara kredit. Di dalam platform tersebut, Agung tidak bisa langsung membeli motor yang diinginkannya. Ia harus memilih toko yang kredibel supaya pesanannya bisa diterima dengan selamat dan uangnya tidak hangus ditipu penjual.

Pembelian di e-commerce ini juga membutuhkan banyak tahapan. Setelah memilih toko di e-commerce, Agung akan terhubung dengan penjual yang menjadi marketing di beberapa dealer. Lalu, marketing ini yang nantinya menghubungkan Agung dengan dealer terdekat dan akan mengantarkan motor dalam dua hingga tiga hari setelah pemesanan.

Sejauh ini, Agung masih merasa aman menggunakan skema pembelian ini, apalagi ada fasilitas kredit 12 bulan yang ditawarkan platform tertentu. Namun permasalahannya, pembeli tetap harus selektif memilih seller karena tidak ada yang menjamin keamanan terhadap hal ini.

Selain keamanan yang belum bisa dijamin, Agung juga harus membeli asuransi kendaraan secara terpisah. Karena itu, dia harus mencari lagi platform yang menyediakan produk asuransi secara online. "Makanya aku prefer-nya yang dalam satu platform," ujarnya.

Aplikasi Super

Saat ini sebenarnya perusahaan jasa keuangan sudah mulai berbenah dan membangun aplikasi super (super app). Pembenahan ini juga dilakukan oleh perusahaan konglomerasi besar, seperti PT Astra International Tbk (ASII).

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro menjelaskan, dalam dua tahun terakhir, Astra fokus dalam memperkuat digitalisasi. Perusahaan menyadari digitalisasi ini yang akan mendukung kesuksesan perusahaan di masa mendatang.

“Dalam memperkuat digitalisasi ini, kami melibatkan semua unit bisnis Astra karena perusahaan ini berbentuk konglomerasi dan harus menyesuaikan dengan karakteristik unit bisnis," kata dia dalam sebuah kesempatan.

Dalam penguatan digitalisasi ini, Astra menggunakan tiga pendekatan. Salah satu pendekatannya adalah menekankan pentingnya kolaborasi di dalam ekosistem.

Djony menyebutkan, selama berpuluh tahun, Astra sudah membangun ekosistem offline melalui unit usaha dan mitra usaha. Ekosistem ini yang kemudian disatukan dalam satu platform di bawah Astrapay yang merupakan produk dompet elektronik dari Astra. Lalu, Astra juga menyatukan layanan jasa keuangan dan ekosistem yang terhubung melalui Moxa Financial.

“Kami menekankan adanya kolaborasi ekosistem digital di Astra, karena ini yang menjadi kekuatan Astra di masa depan," ucapnya.

PT Astra International Tbk, induk usaha PT Astra Financial.
PT Astra International Tbk, induk usaha PT Astra Financial.

Moxa Financial

Direktur Astra International Suparno Djasmin mengungkapkan, Astra memiliki ekosistem yang besar. Karena itu, Astra akan memanfaatkan ekosistem itu untuk melakukan transformasi digital melalui satu platform bernama Moxa Financial.

Adapun Moxa Financial adalah platform yang menyediakan seluruh produk jasa keuangan milik PT Astra Financial, anak usaha Astra International. Ada lebih dari tujuh produk jasa keuangan yang ditawarkan dalam platform yang baru efektif beroperasi pada awal kuartal I-2021 ini.

Produk tersebut adalah pembiayaan mobil baru maupun bekas melalui PT Astra Credit Companies (ACC) dan PT Toyota Astra Finance (TAF). Sedangkan pembiayaan kendaraan roda dua melalui PT Federal International Finance (FIF). Pembiayaan truk dan alat berat baru maupun bekas melalui PT SAN Finance, asuransi melalui PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) dan PT Asuransi Astra Buana, serta pembiayaan gadget, elektronik, serta furnitur melalui FIF. Kemudian, pembiayaan multiguna dan religi melalui Maucash dan FIF.

Untuk pengajuan motor baru, seperti yang dilakukan oleh Agung tadi, prosesnya mudah sekali. Pelanggan bisa memilih jenis motor, besaran uang muka, kota pengajuan, dan tenor kredit yang diinginkan. Kemudian, pelanggan mengisi data pembelian dan menambahkan pembelian asuransi kendaraan, apabila dibutuhkan.

CEO Moxa Financial Daniel Hartono menyebutkan, sampai akhir Agustus 2021, Moxa sudah diunduh lebih dari 4 juta kali dengan monthly active user mencapai lebih dari 1 juta per bulan.

“Kami bersyukur respons masyarakat terhadap Moxa baik, karena Moxa membantu para pengguna untuk mendapatkan layanan keuangan dari pembiayaan motor, mobil, pinjaman konsumtif, hingga membuka rekening tabungan tanpa perlu datang ke kantor cabang, semuanya cukup melalui aplikasi Moxa,” kata dia dalam keterangan resmi.

Daniel menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa untuk mengakses layanan Astra Financial, cukup melalui satu aplikasi digital, yaitu Moxa.

Ke depan, Moxa Financial terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kenyamanan bertransaksi. Direktur Astra Financial Handoko Liem mengungkapkan, pihaknya mengadopsi teknologi Open API yang dapat menghubungkan antar aplikasi secara seamless dengan proses yang jauh lebih efisien. Melalui Open API ini, pihaknya berharap dapat menjalin kerja sama lebih cepat dengan segenap mitra strategis.

"Sebagai contoh, Moxa sebagai Astra financial wealth hub telah melakukan implementasi Open API dengan baik untuk mempercepat konektivitas dengan berbagai mitra Moxa," jelas dia.

Saat ini, Moxa sudah melakukan 300 kolaborasi Open API dengan para mitra. Ke depan, Moxa akan terus memperkuat dan mengembangkan kerja sama untuk mendukung percepatan kolaborasi digital demi layanan keuangan yang lebih seamless bagi masyarakat Indonesia.

Dari sisi produk, Moxa Financial juga akan menambah fitur dan produk baru. Di dalam tampilan aplikasi, terdapat empat item yang segera dirilis oleh Moxa Financial. Empat fitur itu adalah Moxa Mart, emas, investasi, dan layanan syariah.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN