Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Usaha ultra mikro. Foto ilustrasi: IST

Usaha ultra mikro. Foto ilustrasi: IST

NM dan Pegadaian Pacu Pembiayaan Mikro Hingga Akhir Tahun

Jumat, 24 September 2021 | 21:47 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) akan memacu penyaluran pembiayaan mikro untuk tumbuh 20% di tahun ini, seiring dengan mulai meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.  PT Pegadaian (Persero) pun demikian, perusahaan mulai melakukan relaksasi ketentuan penyaluran pembiayaan agar pembiayaan non gadai bisa terealisasi lebih baik.

Penyaluran pembiayaan mikro PNM direalisasikan melalui ULaMM. Di akhir 2020, pembiayaan itu hanya mampu tumbuh 3,72% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 6.73 triliun menjadi Rp 6,98 triliun. Di tahun 2021 sampai dengan Agustus, PNM berhasil menyalurkan pembiayaan ULaMM sebesar Rp 7,35 triliun atau tumbuh 15,88% (yoy), dibandingkan Agustus 2020 sebesar Rp 6,44 triliun.

"Sampai akhir tahun ULaMM perkiraan mungkin bisa tambah 5% lagi, sehingga bisa tumbuh 20%," kata Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM Sunar Basuki saat dihubungi Investor Daily, Jumat (24/9).

Terlepas dari dampak pandemi, dia menerangkan, pertumbuhan single digit ULaMM di tahun 2020 dipengaruhi kebijakan perusahaan yang lebih beralih fokus untuk menyalurkan pembiayaan dengan plafon yang lebih kecil. Selain itu, perusahaan juga fokus untuk memberikan pembiayaan berbasis kelompok.

"Kita fokus pada pembiayaan ULaMM dengan nilai Rp 10-25 juta. Saat ini ada nasabah yang mendapatkan pembiayaan ULaMM mencapai Rp 200 juta, sekarang kita batasi menjadi hanya Rp 100 juta. Jadi nilai diatas Rp 100 juta itu sudah kita anggap bankable dan bisa naik kelas ke perbankan," jelas Sunar.

Namun demikian, dia menilai, keputusan untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari bank tetap menjadi hak nasabah. Memang salah satu manfaat meminjam dana pada bank secara langsung adalah tingkat bunga yang relatif lebih rendah. Tapi secara umum, bank tidak memberi pendampingan seperti halnya yang dilakukan PNM. "Strategi tahun depan sama, kita lanjutkan fokus untuk menyalurkan pembiayaan seperti ini," kata Sunar.

Data PNM memaparkan, jumlah nasabah ULaMM sampai dengan Agustus 2021 sebanyak 145,50 ribu atau tumbuh 100% (yoy). Sunar pun meyakini, kendati plafon pembiayaan mikro diturunkan, pihaknya masih mampu untuk mencatatkan pertumbuhan positif terkait jumlah nasabah. Hal itu juga didukung dengan aktivitas ekonomi Indonesia yang mulai meningkat.

"Per hari ini PPKM levelnya sudah diturunkan hampir di semua daerah, kalau ini berlangsung stabil maka perekonomian akan kembali bergairah. Kita sebagai lembaga pembiayaan akan memacu pertumbuhan di sektor mikro melalui sisi penyaluran pembiayaan. Karena memang potensi segmen mikro masih besar untuk terus berkembang," kata dia.

Dari sisi sektor ekonomi, Sunar mengatakan, PNM masih akan banyak menyalurkan pembiayaan pada sektor perdagangan. Dalam hal ini, sektor yang disasar perusahaan tidak berubah, tapi barang dagangan dari nasabah yang cenderung berubah mengikuti tingkat permintaan di masyarakat.

Dia pun memastikan bahwa PNM siap memacu pembiayaan dengan sumber dana yang memadai. "Pendanaan masih baik apalagi dengan adanya kehadiran BRI. Kita juga baru saja naik rating perusahaan dari A+ (single A plus) menjadi AA (double A). Dengan adanya penurunan skala PPKM, diharapkan skala usaha mikro yang tadinya biasa saja menjadi lebih bergairah. Lembaga pembiayaan juga harus mendukung dari sisi pendanaan untuk menjadi bagian mendorong pertumbuhan ekonomi," tandas dia.

Di hubungi terpisah, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ninis Kesuma Adriani menyampaikan, dampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh bagi kinerja perusahaan. Tahun lalu perseroan sangat selektif dalam penyaluran non gadai sehingga penyaluran pembiayaan (omset) mikro pada tahun 2020 sebesar Rp 4,57 triliun atau turun 48,44% (yoy) dari tahun 2019 sebesar Rp 8,86 triliun.

"Di samping itu manajemen juga mengambil kebijakan untuk melakukan restrukturisasi kredit terhadap nasabah tertentu yang masih memiliki prospek baik. Sehingga pertumbuhan bisnis difokuskan pada produk berbasis gadai," jelas dia.

Sedangkan di tahun ini, sambung Ninis, pandemi masih berlangsung dan dengan adanya varian baru yang menyebabkan diterapkannya PPKM, penyaluran pembiayaan non gadai masih belum pulih. Realisasi penyaluran kredit mikro sampai dengan Agustus 2021 sebesar Rp 1,7 triliun.

"Saat ini, mempertimbangkan kondisi penularan Covid 19 yang sudah mulai menunjukkan penurunan, Pegadaian akan mulai melakukan relaksasi atas ketentuan penyaluran kredit non gadai sehingga diharapkan terjadi peningkatan penyaluran kredit non gadai seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Ninis.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan di sektor mikro oleh perusahaan pembiayaan (multifinance) juga mulai bergerak naik di tahun ini. Statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2021, multifinance mencatatkan piutang pembiayaan pada sektor mikro mencapai Rp 37,52 triliun atau tumbuh 5,96% (yoy) dibandingkan Juli 2020 sebesar Rp 35,41.

Piutang pembiayaan mikro pada Mei 2021 sesungguhnya sempat menyentuh nilai Rp 45,41 triliun atau tumbuh 24,39% secara year to date (ytd) dibandingkan akhir tahun 2020 sebesar Rp 36,50 triliun. Penurunan piutang pembiayaan mikro oleh multifinance terjadi pada periode Juni-Juli 2021 seiring pembatasan sosial akibat penularan Covid-19 gelombang kedua.

Di sisi lain, pembiayaan mikro oleh Perusahaan Modal Ventura (PMV) melalui pembiayaan usaha produktif pun tercatat masih mampu bergerak positif sampai dengan Juli 2021. PMV mencatat pertumbuhan sebesar 3,62% (ytd) menjadi Rp 10,24 triliun. Namun tercatat relatif melambat dibandingkan perolehan Mei 2021

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN