Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah mendapatkan penjelasan mengenai produk pembiayaan di kantor cabang CIMB Niaga Finance, Bintaro. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Nasabah mendapatkan penjelasan mengenai produk pembiayaan di kantor cabang CIMB Niaga Finance, Bintaro. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

TUMBUH 2 KALI LIPAT

CIMB Niaga Finance Bidik Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan Rp 30 Miliar

Selasa, 5 Oktober 2021 | 04:28 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) menargetkan penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan tumbuh dua kali lipat menjadi Rp 30 miliar di tahun 2021. Hingga Agustus 2021, realisasi pembiayaan pada lini bisnis tersebut sudah mencapai Rp 22 triliun.

"Di tahun 2021 kita menargetkan pertumbuhan realisasi kredit kendaraan ramah lingkungan ada di level 100% atau dua kali lipat (menjadi Rp 30 miliar) dari realisasi di tahun 2020 yang mana realisasinya ada di angka Rp 15 miliar," kata Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman kepada Investor Daily, Senin (4/10).

Dia menerangkan, realisasi pembiayaan kendaraan ramah lingkungan hingga hingga bulan Agustus 2021 sebesar Rp 22 miliar. Nilai itu meningkat sebesar di atas dua kali lipat dari periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp 10,5 miliar.

Mengacu pada Laporan Keberlanjutan Tahun 2020 CIMB Niaga Finance, realisasi pembiayaan baru pada tahun 2020 mencapai Rp 3,75 triliun. Sedangkan pembiayaan ramah lingkungan tercatat sebesar Rp 14,56 miliar. Meski relatif masih kecil, nilai itu meningkat dibandingkan realisasi pada tahun 2018 dan 2019 yang mencatat masing-masing sebesar Rp 1,33 miliar dan Rp 1,26 miliar.

Perseroan secara perlahan mengupayakan untuk terus menumbuhkan portofolio untuk pasar kendaraan hybrid dan listrik sejak 2020 sampai dengan 2024. Fokus lain dilakukan pada pembiayaan sektor kesehatan. Dalam jangka waktu sama, perusahaan berupaya mendorong transaksi elektronik guna menghemat penggunaan kertas.

Dari aspek sosial, perseroan merealisasikan penyaluran CSR sebesar Rp 111,25 miliar yang mencakup bidang pendidikan dan bidang kesehatan. Dari aspek lingkungan, CNAF setidaknya telah mencatatkan penurunan biaya listrik selama tiga tahun terakhir, berhasil memangkas biaya penggunaan kertas di kantor pusat selama dua tahun terakhir, tapi biaya menyangkut konsumsi air relatif meningkat.

Ristiawan menyatakan, Pihaknya konsisten mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan. CIMB Niaga Finance juga memiliki program spesial, baik dari sisi harga (pricing) maupun proses kelayakan (underwriting) untuk pembiayaan ramah lingkungan.

Namun demikian, kata dia, salah satu tantangan yang dihadapi adalah persepsi masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan ini adalah harga yang cukup tinggi dan faktor pendukung yang belum tersedia banyak. Misalnya tempat pengisian baterai kendaraan yang relatif masih terbatas. Meski begitu, lini bisnis pembiayaan itu dinilai memiliki potensi yang besar.

"Potensi pembiayaan ramah lingkungan ini terlihat dari kenaikan kebutuhan akan kendaraan ramah lingkungan didukung oleh ATPM/Dealer yang menjual beragam jenis kendaraan ramah lingkungan," jelas Ristiawan.

Ikhwal strategi menjalankan rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB), perseroan berupaya secara konsisten untuk mendukung berbagai program pemerintah. Terutama rencana dalam rangka meningkatkan pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan. Berbagai program lain seperti mendorong percepatan vaksinasi pun turut dilakukan perseroan.

"Kami turut mendukung program akselerasi vaksinasi massal yang di canangkan oleh pemerintah dimana CIMB Niaga Finance telah sukses menyelenggarakan vaksinasi massal di Jakarta dan Bandung pada awal Agustus dan September lalu. Rangkaian program vaksinasi Covid-19 tahap selanjutnya akan dilaksanakan di beberapa kota besar lainnya dimana kantor cabang CIMB Niaga Finance beroperasi," pungkas Ristiawan.

Di tahun 2020, sejumlah pencapaian telah dilakukan perseroan ikhwal penerapan keuangan berkelanjutan. Seperti menetapkan visi dan misi berkelanjutan. Penunjukan direktur dan penanggung jawab atas pelaksanaan (RAKB). Lalu menamamkan budaya berkelanjutan melalui penyesuaian kode etik.

Berikutnya adalah menyusun kebijakan berkelanjutan dan kebijakan keuangan berkelanjutan. Menyusun modul pelatihan internal untuk pelatihan berkelanjutan. Mempersiapkan tambahan form sehubungan keuangan berkelanjutan dalam rangka pemilihan vendor. Serta tentu melaksanakan program CSR yang sejalan dengan prinsip berkelanjutan.

Sementara berdasarkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021-2021) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal tahun ini turut memaparkan data Bappenas bahwa Indonesia membutuhkan pembiayaan/investasi di sektor berkelanjutan hingga 2030 sebesar Rp 67.803 triliun. Hal ini merupakan peluang bagi industri jasa keuangan untuk terlibat dalam pendanaan berkelanjutan, tak terkecuali tentu bagi perusahaan pembiaayaan.

Industri jasa keuangan juga dapat memanfaatkan perubahan kecenderungan global dalam berinvestasi. Semakin banyak investor yang mensyaratkan penanaman investasinya pada produk hijau. Selain itu, permintaan akan produk dan jasa yang ramah lingkungan cenderung meningkat. Situasi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi telah membuka mata bahwa penerapan keuangan berkelanjutan sebagai pendukung pertumbuhan yang bertanggung jawab harus dipercepat.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN