Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance Stanley S. Atmadja bersama Finance & Business Relationship Director Rully Setiawan, Direktur Operation Rita Mustika, SEVP Finance Ary Zulman, EVP Corporate President Office Zakaria Halim saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance Stanley S. Atmadja bersama Finance & Business Relationship Director Rully Setiawan, Direktur Operation Rita Mustika, SEVP Finance Ary Zulman, EVP Corporate President Office Zakaria Halim saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

SUMBER DANA DAN JARINGAN KUAT

MUF Berada di Jalur Pertumbuhan

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:45 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Mandiri Utama Finance (MUF) memiliki sumber dana dan jaringan yang kuat untuk terus menembus di berbagai lini pembiayaan otomotif. Lewat berbagai produk unggulan, cakupan pasar yang luas, serta sumber daya manusia (SDM) kompeten, dan fundamental kuat, perseroan kini berjalan di jalur untuk terus tumbuh baik.

Direktur Utama MUF Stanley S Atmadja menyampaikan, setiap multifinance tentu masih memiliki kemampuan untuk terus tumbuh. Hal yang membedakan adalah kemampuan masing-masing perusahaan pembiayaan tersebut. MUF sendiri setidaknya telah memiliki dua modal dasar, yakni kemampuan sumber dana dan jaringan yang kuat.

“Kekuatan multifinance itu adalah jaringan dan kekuatan funding. Saat ini kita punya kekuatan funding yang besar, SDM kita juga kuat” kata Stanley pada Virtual Media Visit MUF X Beritasatu Media Holdings, Rabu (13/10/2021).

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu didampingi Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Aditya L. Djono (kiri) bersama Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance Stanley S. Atmadja bersama Finance & Business Relationship Director Rully Setiawan, Direktur Operation Rita Mustika, SEVP Finance Ary Zulman, EVP Corporate President Office Zakaria Halim saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu didampingi Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Aditya L. Djono (kiri) bersama Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance Stanley S. Atmadja bersama Finance & Business Relationship Director Rully Setiawan, Direktur Operation Rita Mustika, SEVP Finance Ary Zulman, EVP Corporate President Office Zakaria Halim saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Sebelum pandemi, kata Stanley, penjualan mobil setidaknya mencapai satu juta unit. Jika 80% konsumen memilih untuk mengambil kendaraan melalui pembiayaan, dan rata-rata penjualan Rp 200 juta per unit, maka potensi untuk multifinance setidaknya mencapai Rp 160 triliun.

Di sisi lain, potensi pembiayaan motor juga tidak kalah besar, yakni sekitar Rp 100 triliun.

Oleh karena itu, kata Stanley, MUF berupaya untuk menguasai pembiayaan pada ekosistem otomotif. Hal itu direalisasikan dengan menghadirkan sejumlah produk yang relevan bagi setiap segmen konsumen kendaraan bermotor, baik baru maupun bekas. Strategi tersebut dinilai mampu membuka peluang perusahaan untuk melakukan penetrasi setiap segmen secara masif.

“Ini juga sulit dilakukan kalau perusahaan tidak punya kemampuan dan jaringan yang kuat. Karena karakteristik masing-masing segmen itu berbeda, sehingga MUF juga menyiapkan tim yang sesuai dengan karakteristik masing- masing segmen tersebut. Intinya, kita benar-benar menyerang semua segmen dengan produk yang tepat,” ungkap dia.

Stanley mengungkapkan, semua kategori kendaraan dapat diberi pembiayaan oleh MUF. Sehingga portofolio pembiayaanlah yang akan mengikuti perkembangan bisnis perusahaan.

“Secara portofolio, nilai pembiayaan motor kurang lebih sekitar 30% dan mobil 70%. Sedangkan secara unit, lebih banyak pada portofolio pembiayaan motor dibandingkan mobil,” kata dia.

Tetap Tumbuh

Mandiri Utama Finance. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Mandiri Utama Finance. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Stanley mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur masih tetap tumbuh meski dihadapkan pandemi Covid-19. Salah satu kuncinya adalah menjaga keberlangsungan (sustainability) perusahaan. Karena dengan begitu, perseroan masih mampu untuk tetap menyalurkan pembiayaan dan tidak absen melayani debitur.

“Karena bagi pembeli (debitur), multifinance dengan keberlangsungan yang baik bisa terus mendukung kebutuhannya terus. Sehingga saat pandemi pun, MUF tidak pergi dari pasar sekalipun. Sebaliknya, perusahaan hanya mengharapkan pengertian debitur bahwa perusahaan berbeda dibandingkan sebelum pandemi, MUF saat ini lebih selektif. Sehingga perusahaan masih bisa menjaga hubungan dengan debitur dengan tidak pergi dari pasar saat pandemi,” papar dia.

Berikutnya, Stanley menuturkan bahwa program restrukturisasi yang telah dilakukan pun dinilai berjalan baik dan cenderung terus menyusut.

“Sampai saat ini portofolio restrukturisasi cenderung menurun, awalnya hampir menyentuh 30% portofolio dan tinggal 19%,” imbuh dia.

Adapun strategi tim pemasaran juga terbukti jitu. Menurut dia, strategi wide and deep oleh tim pemasaran MUF telah mampu mendukung kelangsungan bisnis perusahaan saat pandemic berlangsung. Dalam hal ini, strategi wide yang dimaksud adalah bisa memberi akses pembiayaan yang lebih luas. Tim mampu meningkatkan jangkauan di berbagai wilayah dari 20 mitra dealer menjadi 100 mitra dealer, termasuk bertambahnya kerja sama dengan mitra_showroom.

Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance Stanley S. Atmadja bersama Finance & Business Relationship Director Rully Setiawan, Direktur Operation Rita Mustika, SEVP Finance Ary Zulman, EVP Corporate President Office Zakaria Halim saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance Stanley S. Atmadja bersama Finance & Business Relationship Director Rully Setiawan, Direktur Operation Rita Mustika, SEVP Finance Ary Zulman, EVP Corporate President Office Zakaria Halim saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Setiap dealer dan showroom tersebut diminta untuk menjual unit lebih banyak, tentu dengan risiko terukur yang menjadi bagian dari strategi deep_agar kontribusi mitra lebih signifikan. Apakagi beberapa waktu belakangan pemerintah turut mendukung industri multifinance melalui berbagai kebijakan relaksasi pajak.

“Potensi sektor otomotif roda dua dan empat di Indonesia itu besar. Apalagi pertumbuhan infrastruktur jalan kita itu besar, kalau tidak salah di posisi 6-7 dengan jalan terpanjang di dunia. Kebijakan PPnBM itu luar biasa, karena kita bisa terkena dampak positif. Minat orang untuk membeli itu lebih besar dan mereka butuh pembiayaan. So far regulator dan pemerintah sudah melihat bahwa multifinance menjadi pendukung perbankan.Dukungan sepertinya akan datang pada kondisi tertentu, kita terus menunggu kepekaan pemerintah seperti yang telah dilakukan,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur MUF Rully Setiawan menyampaikan, di awal pandemic pasar penjualan kendaraan turun 40-70%. Penjualan motor yang biasanya mampu menjual 450 ribu unit per bulan hanya mempu menjual sekitar 150 ribu. MUF ikut terdampak saat itu, tapi perusahaan punya portofolio yang relatif banyak. Penjualan motor bekas dan mobil bekas masih diminati, sehingga portofolio perusahaan tidak turun drastis.

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu didampingi Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Aditya L. Djono (kiri) saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu didampingi Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Aditya L. Djono (kiri) saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Alhasil, perseroan bahkan mampu mencatatkan profitabilitas yang lebih baik dibandingkan capaian di akhir 2019 atau sebelum pandemi.

“Pada 2019, profitabililitas dicatatkan sebesar Rp 51 miliar. Sekarang sampai September 2021 secara year to date (ytd) meskipun masih unaudited, profitabilitas kita sudah mencapai Rp 56 miliar. Jadi memang tantangan pandemi belum selesai, tapi kita optimistis bisa mencapai hasil yang lebih baik,” beber dia.

Hal itu seiring dengan catatan bahwa protofolio debitur menunggak sudah menyusut menjadi single digit atau sebesar 9,6%, diikuti pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) yang bergerak turun. Pencapaian itu juga tidak terlepas dari pertimbangan untuk selektif menyalurkan pembiayaan, sesuai dengan arahan Bank Mandiri.

Proyeksi

Kinerja Mandiri Utama Finance.
Kinerja Mandiri Utama Finance.

Di samping itu, Rully memaparkan, pertumbuhan rata-rata tahunan (compound annual rowth rate/CAGR) tahun 2016-2021 dari piutang pembiayaan (account receivables financing/AR Financing) MUF sebesar 41,15%. Perusahaan optimistis piutang masih akan tumbuh baik hingga akhir tahun.

“Jadi saat ini account receivables sampai dengan September 2021 sudah mencapai Rp 14,71 triliun. Kita juga sudah memproyeksikan sampai akhir tahun ini sebesar Rp 15,66 triliun,” kata Rully. Dengan kinerja tersebut, sambung dia, MUF berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2,05 triliun sampai dengan September 2021. Pendapatan ditargetkan bisa mencapai Rp 2,79 triliun di akhir tahun ini. Adapun CAGR 2016-2021 dari pendapatan tercatat mencapai 58,29%.

Rully menuturkan, perseroan sempat menduduki peringkat (ranking) sembilan sebagai penyalur pembiayaan terbesar di multifinance berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) per Agustus 2021. Pada saat itu, MUF mencatatkan total penyaluran sebesar Rp 951,66 miliar.

Seiring dengan proyeksi yang ditetapkan terus meningkat, maka perseroan meyakini bisa menempati posisi yang lebih baik.

“Posisi September 2021 perusahaan sudah berhasil mencatatkan Rp 1,2 triliun. Ranking dari bulan ke bulan kita bisa naik dari posisi Agustus 2021 di posisi sembilan, kita optimis bisa ada di ranking tujuh atau langsung di bawah kakak kandung yaitu Mandiri Tunas Finance (MTF),” kata Rully.

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu didampingi Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Aditya L. Djono (kiri) saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu didampingi Pemimpin Redaksi Beritasatu.com Aditya L. Djono (kiri) saat media visit secara virtual via zoom pada Rabu (13/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Dari sisi pembiayaan baru (booking), sampai dengan Juni 2021 MUF telah mencatat sebesar Rp 4,74 triliun dan diproyeksi menjadi Rp 10,1 triliun di akhir tahun ini. Hal itu seiring dengan realisasi per Juni 2021 proyeksi hingga Desember 2021 dari number of account (NoA), masing masing sebanyak 341.350 dan 363.274.

Rully mengatakan, sampai dengan akhir tahun ini aset MUF diproyeksi sebesar Rp 5,68 triliun, dari dari tahun lalu sebesar Rp 5,11 triliun. Nilai itu memang jauh dari piutang pembiayaan perusahaan karena 70%, di antaranya dicatatkan untuk aset Bank Mandiri sebagai bagian dari skema penyaluran joint financing.

Dalam pengembangan bisnisnya, MUF memiliki sejumlah kanal pemasaran yang masih memiliki potensi besar.

Di antaranya adalah kanal regular kerja sama dengan mitra dealer untuk kendaraan baru dan showroom untuk kendaraan bekas. Kemudian kanal captive market yang meliputi para karyawan dan nasabah Bank Mandiri.

Selanjutnya kanal pembiayaan syariah dengan potensi 14 juta nasabah dari Bank Syariah Indonesia. Pembiayaan dilakukan pada seluruh segmen, baik itu nasabah korporasi, komersial, maupun nasabah konsumer.

Selain pembiayaan kendaraan bermotor, perseroan juga memiliki produk pembiayaan multiguna berupa dana tunai. Saat ini MUF dapat melayani nasabah melalui 110 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak menutup kemungkinan pada masa mendatang MUF membuka cabang baru di wilayah Papua dan sekitarnya.

Ada sebanyak 86 kantor cabang yang telah memiliki izin memasarkan produk pembiayaan syariah.

Inovasi Perusahaan

Mandiri Utama Finance. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Mandiri Utama Finance. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Rully mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah inovasi yang direalisasikan berupa program khusus dan program digital.

Untuk program khusus, telah tersedia layanan mufpremium bagi nasabah pembiayaan mobil baru dan bekas dengan merk seperti Mercedes Benz, Audi, Lexus, BMW, Mini, Jeep. Sejumlah penawaran meliputi bunga ringan mulai 2,3% atau pembiayaan skema baloon payment bagi nasabah yang ingin upgrade kendaraan.

Selain itu, perusahaan juga menyediakan produk mufmillenials seiring perkembangan pesat dari generasi muda. Fitur produk yang diberikan misalnya tenor panjang sampai dengan tujuh tahun atau skema angsuran stepping installment untuk mobil.

Sedangkan fitur pembiayaan motor tersedia tenor sampai dengan lima tahun. Kedua fitur itu cocok digunakan bagi para freelancer maupun para pekerja informal. Dari aspek kesiapan digital, perusahaan sudah memiliki mufonline autoshow, sebuah layanan digital yang memberi kemudahan untuk pengajuan pembiayaan secara online.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN