Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

SMI-SMF Bersinergi Akselerasi Pembangunan di Indonesia

Kamis, 4 November 2021 | 14:59 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berkolaborasi melalui kesepakatan bersama untuk mendukung percepatan pengembangan proyek-proyek Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) khususnya di sektor perumahan.

Adapun, fokus kolaborasi PT SMI dan PT SMF ini utamanya meliputi peningkatan kapasitas; identifikasi dukungan, skema pembiayaan dan struktur KPBU; serta kolaborasi untuk implementasi dukungan penyiapan dan transaksi KPBU.

SMI dan SMF sebagai Special Mission Vehicles (SMV) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan, dapat mengoptimalkan kerja sama khususnya di kegiatan peningkatan kapasitas atau terlibat dalam berbagai diskusi focus group discussion dengan Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK) dari kementerian/lembaga terkait dalam konteks mendukung pengembangan proyek infrastruktur.

Selain itu, dapat mengidentifikasi potensi dukungan, skema pembiayaan, mengembangkan struktur proyek KPBU yang sesuai serta bersinergi dalam implementasi fasilitas penyiapan dan pendampingan transaksi proyek dalam rangka percepatan proyek KPBU sektor perumahan secara inovatif sehingga diharapkan dapat menjawab kebutuhan para PJPK.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menyatakan, sebagai SMV Kemenkeu, pihaknya memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, PT SMI telah melakukan berbagai langkah inovatif dalam mencari alternatif sumber dana untuk pembiayaan proyek serta mempromosikan KPBU. PT SMI juga telah melakukan berbagai kegiatan penguatan ekosistem infrastruktur.

"Kami berharap adanya kolaborasi ini dapat semakin memperkuat pemahaman publik serta ekosistem infrastruktur khususnya untuk mendukung pelaksanaan KPBU di sektor penyediaan perumahan. Adanya kolaborasi ini akan semakin memperkuat sinergi SMV di bawah koordinasi Kemenkeu dalam mendukung pembangunan di Indonesia yang dapat memberikan manfaat sosial ekonomi secara luas kepada masyarakat," kata Edwin dalam keterangannya, Kamis (4/11).

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo mengatakan, SMF sangat menyambut baik sinergi yang dijalin dengan PT SMI untuk kerja sama KPBU perumahan dan pemukiman. Hal tersebut sejalan dengan amanah pendirian SMF dalam mendukung kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia.

Di sisi lain juga sebagai optimalisasi fungsi dan peran SMF sesuai dengan perluasan mandat dari Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.57 Tahun 2020, Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 Tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan, dan Peraturan Presiden (Perpres) No.100 Tahun 2020, Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan.

"Kami berharap SMF dapat berkontribusi dalam skema KPBU khususnya terkait perumahan dan pemukiman sesuai dengan amanat dari pemerintah dalam Perpres No.100 Tahun 2020. Sehingga kebutuhan masyarakat akan hunian yang layak dan terjangkau dapat semakin terfasilitasi serta mendukung bergeraknya industri perumahan nasional dalam rangka mendukung percepatan Pemulihan Ekononi Nasional (PEN) khususnya di sektor perumahan,” ungkap Ananta.

Dalam rangka mendorong percepatan pembangungan infrastruktur berdasarkan RPJMN 2020-2024, investasi sebesar Rp 6.445 triliun diestimasikan perlu disediakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pelayanan dasar, ekonomi, perkotaan, dan transformasi digital. Sektor perumahan sebagai salah satu infrastruktur dasar, perlu mencapai sasaran dimana 70% rumah tangga dapat menempati hunian yang layak di tahun 2024.

Secara spesifik, sesuai arahan kebijakan dan strategi sektor perumahan dalam RPJMN 2020-2024 akan dibangun 19.900 unit rumah susun, 12.000 unit rumah khusus, 700 ribu unit rumah swadaya serta 250 ribu unit bantuan sarana dan prasarana rumah umum dalam jangka waktu 5 tahun. Melalui kesepakatan bersama tersebut, diharapkan dapat dilakukan sinergi untuk menghadapi berbagai tantangan pengembangan infrastruktur dengan skema KPBU khususnya di sektor perumahan serta dapat mendorong percepatan pembangunan untuk mencapai target sebagaimana sasaran pemerintah pada RPJMN 2020-2024. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN