Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konferensi pers Gebyar Adira Kreasi 2021 di Taman Lumbini, Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/11). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Konferensi pers Gebyar Adira Kreasi 2021 di Taman Lumbini, Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/11). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

SESUAIKAN PORTOFOLIO PENDANAAN,

Adira Finance Proyeksi Aset Tumbuh Positif 2022

Senin, 15 November 2021 | 08:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

YOGYAKARTA , investor.id - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memproyeksi total aset akan mulai tumbuh positif di tahun 2022. Perseroan juga bakal menyesuaikan portofolio pendanaan seiring dengan upaya menjaga momentum pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru.

"Tahun depan (total aset) hitungan kita mulai positif, mulai tumbuh," kata Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila usai konferensi pers Gebyar Adira Kreasi 2021 di Taman Lumbini, Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/11).

Mengacu laporan keuangan Adira Finance, aset merosot 16,52% secara year on year (yoy) dari Rp 35,1 triliun di 2019 menjadi Rp 29,3 triliun di 2020. Sementara sampai kuartal III-2021, aset pun tercatat masih terkoreksi 17,82% secara year to date (ytd) menjadi Rp 24,0 triliun.

Dalang penurunan aset tentu belum pulihnya piutang pembiayaan dari perseroan. Piutang tahun 2019 mencapai Rp 54,8 triliun, turun menjadi Rp 44,0 triliun di 2020, dan menjadi Rp 39,9 triliun.

"Tahun depan memang seharusnya mulai ekspansi, memang sudah melewati batas bawah dan sekarang naik, tapi kemarin kan turun banyak selama dua tahun. Itu butuh waktu sehingga tidak mungkin sudah kembali (seperti piutang pembiayaan tahun 2019).

Kendati demikian, upaya pemulihan (recovery) dari kinerja bisnis terus dilakukan. Pada September 2021, pembiayaan baru mampu tumbuh sampai dengan 36% (yoy) menjadi Rp 18,1 triliun. Tren itu diyakini masih akan terus berlanjut.

Tapi Made menilai, pertumbuhan pembiayaan baru di tahun ini memang cukup kencang karena banyak terbantu dari relaksasi PPnBM. Jika nantinya relaksasi dicabut, faktor pendukung untuk kembali mendongkrak pembiayaan adalah daya beli masyarakat.

Made percaya, tahun depan pembiayaan baru memang masih akan tumbuh tapi tidak sekencang tahun 2021.

"(Tahun 2022) pasti tumbuh dua digit, untuk mengejar ketertinggalan di tahun lalu (2020). Kalau tidak kita akan lama untuk recovery. Tapi tentu tergantung kondisi ekonomi dan penjualan otomotif," beber Made.

Untuk memenuhi proyeksi bisnis di masa mendatang, Made pun mengungkapkan bakal terus menyesuaikan kebutuhan pendanaan. Dua tahun belakangan porsi pembiayaan bersama (joint financing) terus tergerus, sehingga banyak sumber dana yang dikucurkan berasal dari pembiayaan sendiri.

Data Adira Finance yang diolah Investor Daily mencatat, porsi pembiayaan bersama terus turun dari 57,5% di 2019, tergerus menjadi 56,4% di 2020, dan menjadi 44% di September 2021. Sedangkan porsi pembiayaan sendiri cenderung naik dari 42% di 2019, menjadi 43,6% di 2020, lalu mencakup 56% di September 2021.

Penurunan porsi pembiayaan bersama juga diperkuat dari realisasi total pendanaan eksternal yang turun 42,1% (yoy) menjadi Rp 11,9 triliun di September 2021. Sumber dana itu terdiri dari pinjaman bank (luar negeri dan dalam negeri) dan obligasi, masing-masing memberikan kontribusi 50:50.

"Kita punya akses ke beragam sumber pendanaan. Jadi kalau tahun depan panjualan naik, kita akan menerbitkan obligasi, pinjam dari luar negeri, dan dari grup. Kita berharap (pembiayaan) tumbuh, kita akan masuk pasar modal. Biasanya dua-tiga kali, kemarin (2021) kan baru sekali," terang Made.

Bangun E-wallet

Di sisi lain, bertepatan dengan HUT ke-31, Adira Finance meluncurkan aplikasi mobile Adiraku 2.0, yang merupakan versi terbaru dari aplikasi sebelumnya. Langkah yang juga menjadi bagian dari program digitalisasi perseroan itu juga bakal diikuti dengan membangun dompet digital atau e-wallet.

"Jadi Adiraku 2.0 senantiasa akan kita terus kembangkan. Kedepannya kita juga akan membuat e-wallet. Kemudian kita juga akan membuat fitur-fitur ini berkembang dan maju. Karena tujuan dari Adiraku ini adalah menjadi wajah digitalnya Adira Finance,"  ujar Direktur SDM dan Marketing Adira Finance Swandajani Gunadi.

Head of Digital Excellence Adira Finance Manuel Irwanputera menambahkan, proses integrasi e-wallet kini sedang dijalankan. Pertama, kehadiran e-wallet Adira Finance itu rencananya sebagai kanal menerima pencairan dana.

"Jadi untuk pengajuan pinjaman dana kita harapkan bisa kita transfer ke e-wallet supaya (dana) di e-wallet bisa ditarik dari manapun. Kedua, sekarang penggunaan e-wallet itu widely used dibanyak titik. Hal itu bisa digunakan untuk transaksi dan pembayaran sesuai kebutuhan nasabah," jelas dia.

Manuel menyampaikan, setidaknya sudah ada 800 pengguna terdaftar Adiraku sampai saat ini. "Target kita adalah meningkatkan doubel jumlah itu dari jumlah itu di tahu 2022," ungkap dia.

Kabarnya, Adiraku 2.0 ini hanya akan menawarkan produk dari mitra dealer rekanan. Sehingga pengajuan pembiayaan kendaraan oleh nasabah dan calon nasabah lewat Adiraku 2.0 kini bisa lebih terjamin.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli menyatakan, pengembangan Adiraku 2.0 dilakukan seiring transformasi digital agar Perusahaan senantiasa sejalan dengan perkembangan teknologi untuk memberikan pelayanan yang berfokus kepada pelanggan, menyediakan kemudahan dan kecepatan layanan, terutama kepada masyarakat yang saat ini masih unbankable atau underbank.

"Kehadiran adiraku 2.0 akan meningkatkan konektivitas Adira Finance dengan pelanggan, karena aplikasi ini menyediakan fasilitas agar pelanggan dapat terhubung selama 24 jam melalui perangkat mobile dengan Adira Finance. Selain itu, menyediakan solusi keuangan kepada pelanggan untuk mencari kebutuhannya dengan lebih mudah, aman, dan nyaman," jelas Hafid.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN