Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Economic Outlook 2022 yang digelar BeritaSatu Media Holdings, Senin, 22 November 2021.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Economic Outlook 2022 yang digelar BeritaSatu Media Holdings, Senin, 22 November 2021.

2022, Plafon KUR Dinaikkan 30,9% Jadi Rp 373,17 Triliun

Rabu, 29 Desember 2021 | 18:46 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2022 menjadi Rp 373,17 triliun atau meningkat hingga 30,9% dibandingkan plafon tahun ini yang sebesar Rp 285 triliun. Sedangkan untuk suku bunga KUR, dipertahankan di level 6%.

“KUR dibutuhkan dalam percepatan pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19, sehingga diperlukan peningkatan plafon dan kemudahan persyaratan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/12/2021).

Namun, lanjut Airlangga, dengan mempertimbangkan tren penurunan cost of fund dan peningkatan efisiensi over head cost (OHC) suku bunga KUR, pemerintah juga menurunkan subsidi bunga KUR tahun depan untuk KUR Super Mikro sebesar 1%, KUR Mikro 0,5%, dan KUR PMI 0,5%.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM pada Rabu (29/12/2021) menyelenggarakan rapat koordinasi guna mengevaluasi pelaksanaan penyaluran KUR tahun 2021. Pada rapat itu diputuskan berbagai kebijakan yang akan menjadi dasar pelaksanaan program KUR pada 2022.

Menurut Airlangga, pemerintah meyakini bahwa tahun depan Indonesia berada pada momentum yang baik bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional dan merupakan kesempatan untuk memperluas pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui KUR. Langkah ini diharapkan bisa membuat aktivitas usaha semakin kuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi, khususnya UMKM, pemerintah menetapkan beberapa perubahan kebijakan KUR antara lain perubahan plafon KUR Mikro (tanpa agunan tambahan) yang sebelumnya di atas Rp 10 juta hingga Rp 50 juta, menjadi di atas Rp 10 juta hingga Rp 100 juta. Selain itu dilakukan perubahan KUR khusus/klaster tanpa pembatasan akumulasi plafon KUR untuk sektor produksi (nonperdagangan).

“Kebijakan KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga dilakukan perubahan, termasuk penyesuaian plafon KUR Penempatan PMI dari maksimal Rp 25 juta menjadi maksimal Rp 100 juta serta perubahan dan perpanjangan relaksasi kebijakan KUR pada masa pandemi Covid-19,” papar Airlangga.

Relaksasi kebijakan KUR tersebut, papar dia, terdiri atas KUR kecil tanpa pembatasan akumulasi plafon KUR hingga 31 Desember 2022, penundaan target sektor produksi sampai dengan 31 Desember 2022 atau sesuai dengan pertimbangan Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, pemberian insentif lanjutan berupa perpanjangan restrukturisasi KUR, serta pemberian relaksasi administrasi bagi calon debitur KUR pada masa pandemi Covid-19 berdasarkan penilaian objektif penyalur KUR.

“Melalui perubahan kebijakan KUR, pemerintah menunjukkan perhatian yang besar kepada UMKM dengan memberikan persyaratan KUR yang lebih mudah dan terjangkau sehingga UMKM dapat mengoptimalkan perannya sebagai penggerak ekonomi nasional,” tandas Airlangga.

Manurut dia, relaksasi kebijakan KUR telah berpengaruh terhadap permintaan KUR yang sudah melampaui pola normalnya dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. “Permintaan KUR menunjukkan peningkatan dari rata-rata per bulan Rp 11,7 triliun pada 2019 (pra pandemi Covid-19) menjadi Rp 16,5 triliun pada 2020 dan Rp 23,7 triliun pada 2021,” kata Airlangga.

 

Terealisasi 97,79%

Secara keseluruhan, realisasi KUR sejak Januari 2021 hingga 27 Desember 2021 telah mencapai Rp 278,71 triliun atau 97,79% dari target 2021 yang diubah dari semula Rp 220 triliun, dinaikkan menjadi Rp 253 triliun, dan kembali ditambah menjado Rp 285 triliun. Sedangkan sampai akhir 2021, penyaluran KUR diperkirakan dapat terealisasikan hingga 99% dari target tahun 2021.

Realisasi KUR hingga 27 Desember 2021 tersebut telah disalurkan kepada 7,35 juta debitur dengan total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp 373,35 triliun. Dengan target penyaluran KUR di sektor produksi 2021 yang ditunda penetapannya oleh Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, penyaluran KUR sektor produksi pada tahun 2021 telah mencapai 55,17%.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN