Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perusahaan. (Pixabay)

Ilustrasi perusahaan. (Pixabay)

Laba 14 Emiten Multifinance Naik Kencang nih!

Senin, 6 Juni 2022 | 21:50 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Sebanyak 14 emiten pembiayaan (multifinance) membukukan total laba bersih sebesar Rp 959,42 miliar atau tumbuh 47,27% year on year (yoy) hingga kuartal I-2022. Sejumlah emiten tersebut juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 4,19% secara year to date (ytd) menjadi Rp 70,52 triliun.

Dengan pencapaian itu, return on asset (ROA) per Maret 2022 dari 14 emiten multifinance tercatat sebesar 1,36%. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata ROA industri multifinance sebesar 0,89%, dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 3,95 triliun dan total aset sebesar Rp 443,56 triliun.

14 emiten tersebut adalah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), PT Buana Finance Tbk (BBLD), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), dan PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI).

Kemudian, PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA), PT Mandala Multifinance (MFIN), PT Pool Advista Finance Tbk (POLA), PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) PT Trust Finance Indonesia (TRUS), PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA), dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF).

Baca juga: Tren Penjualan Otomotif Dongkrak Piutang Multifinance Tumbuh 2,91%

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyampaikan, kehadiran teknologi mendorong operasional multifinance saat ini semakin efisien. Multifinance pun mampu membukukan pertumbuhan laba bersih kendati pandemi Covid-19 menciptakan berbagai tantangan di industri.

Mengacu pada statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), gearing ratio (GR) secara industri turun dari 2,03% menjadi 1,94%. Begitu juga penyusutan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) multifinance dari 83,00% menjadi 79,27% pada Maret 2022.

"GR turun, artinya di tengah pandemi, perusahaan pembiayaan masih bisa mencetak laba. Laba juga meningkat karena sekarang banyak operasional bisnis pakai teknologi. Sehingga mereka (multifinance) tidak perlu pergi ke luar kota dan biaya-biaya proses bisnis lainnya bisa ditekan," ucap Suwandi kepada Investor Daily.

Kontributor terbesar dari laba bersih 14 emiten multifinance pada kuartal I-2022 dicatatkan BFI Finance dengan laba bersih sebesar Rp 395,98 miliar atau tumbuh 72,51% (yoy). Sedangkan total aset naik 4,59% (ytd) menjadi sebesar Rp 16,35 triliun. ROA BFIN tercatat sebesar 2,42%.

Pencapaian BFI Finance tidak terlepas dari membaiknya nilai piutang yang direstrukturisasi dan derasnya penyaluran pembiayaan baru. Selain itu, pendapatan yang tumbuh 18,54% menjadi Rp 1,2 triliun, diikuti penurunan total biaya dana sebesar 3,6%.

Baca juga: Kuartal I, Adira Finance (ADMF) Raup Laba Bersih Rp 304,5 Miliar

"Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi serta peningkatan kebutuhan dan konsumsi jelang Ramadan juga turut mendukung kinerja Perseroan sepanjang kuartal satu kemarin," ujar Direktur Keuangan sekaligus Corporate Secretary BFI Finance Sudjono.

Adira Finance menyusul dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 304,57 miliar atau meningkat 44,27% (yoy). Sedangkan total aset sebesar Rp 24,86 triliun, naik 4,78% (ytd). Sehingga ROA perseroan berada di level 1,22% per kuartal I-2022.

Dalam hal ini, ADMF mencatatkan peningkatan pendapatan bunga, dengan beban bunga yang relatif menurun. Dari sisi bisnis, pembiayaan baru (booking) meningkat 32,5% dengan kualitas yang (non performing financing/NPF) masih mampu di jaga baik 2,0%.

Emiten selanjutnya ada Mandala Finance dengan laba bersih sebesar Rp 161,87 miliar atau tumbuh 55,06% (yoy) per kuartal I-2022. Di samping itu, total aset mencapai Rp 5,68 triliun atau naik 6,39% (ytd). Maka per Maret 2022 setidaknya ROA MFIN sebesar 2,84%. Sementara WOM Finance mencatat laba bersih sebesar Rp 24,49 miliar atau naik 0,57% (yoy). Total aset mencapai Rp 5,12 triliun, menurun tipis 0,44% (ytd), sehingga ROA WOMF sebesar 0,47%.

Berikutnya, VRNA dengan laba bersih sebesar Rp 21,80 miliar atau melesat dua kali lipat 115,37% (yoy). ROA terkerek menjadi 0,93% karena aset relatif stagnan di posisi Rp 2,32 triliun. Perolehan itu diikuti Batavia Finance atau BPFI dengan laba bersih sebesar Rp 12,90 miliar atau tumbuh 33,05% (yoy). Dengan aset sebesar Rp 1,30 triliun, ROA perseroan tercatat sebesar 0,98% di kuartal I-2022.

Baca juga: Alpha JWC hingga AC Ventures Danai VIDA

KDB Tifa Finance menyusul dengan laba bersih sebesar Rp 12,88 miliar atau tumbuh 70,66% (yoy). Aset sebesar Rp 1,40 triliun atau naik tipis 0,35% (ytd) per Maret 2022, sehingga ROA tercatat 0,91%. Selanjutnya, ada Buana Finance berikut laba bersih sebesar Rp 9,06 miliar per kuartal I-2022, atau naik 11 kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu. Total aset perseroan pun naik 7,21% (ytd) menjadi Rp 3,81 triliun, tapi ROA tercatat hanya sebesar 0,23%.

Lebih lanjut, Radana Finance dengan laba bersih Rp 8,90 miliar atau naik 23,90% (yoy). HDFA mencatat aset peningkatan 3,56% (ytd) aset menjadi Rp 1,32 triliun, sehingga ROA sebesar 0,67%. Sedangkan ROA Trust Finance mencapai 1,30% dengan laba bersih Rp 4,65 miliar dan aset hanya Rp 355,52 miliar per kuartal I-2022.

Sementara itu, Pool Advista Finance mencatat laba bersih sebesar Rp 586 juta, atau lebih baik daripada periode sama tahun lalu yang mencatat rugi bersih Rp 6,71 miliar. Aset emiten berkode POLA ini naik tipis menjadi Rp 257,22 miliar, dengan ROA sebesar 0,22%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN