Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad dari Fraksi Partai Gerindra

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad dari Fraksi Partai Gerindra

DPR Minta DK OJK Baru Jalankan Tugas dengan Penuh Komitmen

Rabu, 20 Juli 2022 | 10:59 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027 resmi dilantik pada Rabu (20/7/2022) pagi ini sesuai Keppres Nomor 51/P.2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung HM Syarifuddin di kantor MA.

Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad mengingatkan, anggota DK OJK untuk bertindak adil dan tidak tebang pilih dalam menangani kisruh permasalahan dalam penyelenggaraan sektor jasa keuangan khususnya industri keuangan non-bank (IKNB). Selain itu, setiap DK OJK dituntut menjalankan tugasnya dengan penuh komitmen dan independen.

"Sebagai mitra OJK di DPR, kami berharap DK OJK dapat menerapkan pengawasan secara terintegrasi, memberikan perlindungan konsumen. Karena sebelumnya banyak Kebijakan PKU (penghentian kegiatan usaha) antara satu industri dengan industri terkesan tidak adil. Sehingga konsumen seringkali dikorbankan," jelas dia, Rabu (20/7).

Ia mencontohkan kasus AJB Bumiputra justru dalam lima tahun terakhir kondisinya makin sulit. Selanjutnya, AJ Wanartha pemiliknya justru dibiarkan hidup mewah di Beverly hills, LA, California, Amerika Serikat. Sementara dana nasabah 18 triliun tidak ada kepastian kapan dikembalikan.

Selanjutnya skandal Jiwasraya adalah bukti nyata kegagalan OJK dalam menjalankan tugas pengawasan. "Selain itu, catatan saya, DK OJK harus secara serius melanjutkan proses transformasi di OJK untuk menghadapi tantangan sistem keuangan di era digital," tutur dia.

Lebih lanjut, kata Kamrussamad, peningkatan kapasitas SDM pengawas OJK harus menjadi perhatian khusus. Apalagi, belum optimalnya fungsi intermediasi perbankan menjadi tugas OJK sebagai wujud dan komitmen dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Tantangan 7 anggota DK OJK saat ini tidak gampang. Gelombang pemulihan ekonomi nasional kita saat ini, membutuhkan komitmen dari semua anggota DK OJK guna menjalankan tugasnya secara adil, transparan, dan akuntabel," pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN