Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung BFI Finance

Gedung BFI Finance

Laba Bersih BFI Finance Tumbuh 70,1% di Semester I-2022

Rabu, 27 Juli 2022 | 22:38 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencetak laba bersih mencapai Rp 828,9 miliar di semester I-2022, tumbuh 70,1% secara tahunan (year on year/yoy). Perolehan ini tidak terlepas dari derasnya penyaluran pembiayaan baru (booking) seiring pulihnya daya beli masyarakat.

Emiten berkode BFIN ini mencatat pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 49,8% (yoy) menjadi Rp 8,53 triliun. Pertumbuhan ini didukung peningkatan mobilitas masyarakat yang mendorong permintaan pembiayaan otomotif dan alat-alat berat.

Finance Director BFI Finance Sudjono menyampaikan, pihaknya terus menjaga momentum pertumbuhan dengan mengoptimalkan cakupan layanan. Perusahaan juga mampu menawarkan tingkat bunga yang kompetitif sehingga pembiayaan dapat melampaui target sebelumnya.

"Tren positif ini didorong oleh pulihnya daya beli masyarakat dan dunia usaha sehingga meningkatkan kebutuhan untuk penggantian unit lama serta penambahan unit baru untuk mendukung aktivitas bisnis konsumen. Hal ini tampak dari meningkatnya nilai pembiayaan kami secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Sudjono menyampaikan dalam keterangannya, Rabu (27/7).

Adapun sebaran portofolio pembiayaan dari managed receivables berdasarkan jenis aset konsumen didominasi oleh pembiayaan mobil bekas dan baru sebesar 70,0% atau senilai Rp 11,75 triliun. Selanjutnya disusul pembiayaan alat berat dan permesinan sebesar 12,0%, pembiayaan motor bekas 10,8%, property-backed financing 2,7%, dan sisanya berasal dari pembiayaan syariah dan chanelling dengan anak usaha, yakni PT Finansial Integrasi Teknologi (Pinjam Modal).

Dengan kinerja bisnis tersebut, total aset BFI Finance terdongkrak sebesar 27,7% (yoy) menjadi Rp 18,14 triliun pada akhir Juni 2022. Piutang pembiayaan sebesar Rp 15,94 triliun berkontribusi 87,9% dari total aset perusahaan. Sementara itu, total piutang yang dikelola (managed receivables) saat ini senilai Rp 16,8 triliun atau naik sebesar 23,2% (yoy).

Optimalisasi kinerja pembiayaan BFI Finance menghasilkan total pendapatan mencapai Rp 2,45 triliun, tumbuh 25,3% (yoy) pada semester I-2022. Alhasil, laba bersih tumbuh 70,1% (yoy) menjadi Rp 828,9 miliar.

Return on Asset (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing sebesar 12,3% dan 21,0%. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2022 sendiri menunjukkan rata-rata sebesar ROA 5,0% dan ROE 12,6% untuk lembaga pembiayaan.

Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) bruto stabil di angka 1,08%, jauh di bawah NPF rata-rata industri bulan Mei 2022 sebesar 2,77%. Sedangkan NPF neto hanya mencapai 0,31%.

BFI Finance juga mencatatkan besaran tingkat cadangan piutang dibanding NPF (NPF coverage) sebanyak 4,6 kali. Posisi ini pun jauh lebih besar dibandingkan NPF coverage rata-rata industri bulan Mei 2022 sebesar 2,1 kali.

Menurut Sudjono, kualitas portofolio tersebut ditopang oleh kemampuan perusahaan mempertahankan konsumen berkualitas baik. Jumlah piutang pembiayaan neto BFI Finance hingga Juni 2022 sebesar Rp 15,94 triliun, tumbuh 26,65% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 12,59 triliun.

Sisa kontrak restrukturisasi kredit terus turun dari level tertinggi 35,5% per September 2022, hingga menyisakan 4,5% dari total nilai piutang pembiayaan per Juni 2022. Sebagian besar dari sisa piutang restrukturisasi sebanyak 79,4% sudah kembali membayar angsuran penuh.

"Saat ini BFI Finance sudah hampir menuntaskan seluruh kontrak restrukturisasi yang timbul akibat pandemi Covid-19. Dari 4,5% restrukturisasi outstanding, hanya 0,9% konsumen yang masih melakukan pembayaran dengan nilai di bawah angsuran normal dan tergolong restrukturisasi aktif," beber Sudjono.

Selain memaparkan kinerja yang solid sepanjang semester 1-/2022, BFI Finance memutuskan membagikan total dividen senilai Rp 254 miliar berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa pada 29 Juni silam. Nilai total dividen ini setara 22,5% dari laba bersih tahun 2021 yang sebesar Rp 1,13 triliun.

Paruh pertama tahun ini dari perseroan juga ditandai dengan penawaran tender sukarela oleh Trinugraha Capital & Co SCA selaku pemegang saham pengendali atas saham BFIN. Hal ini telah dinyatakan efektif oleh OJK pada Maret lalu.

Selanjutnya, OJK juga telah memberikan persetujuan atas penilaian kemampuan dan kepatutan kepada Jerry Ng untuk menjadi Pengendali BFI Finance. Sehingga saat ini secara de facto, BFIN memiliki dua pengendali, yaitu Garibaldi Thohir (Boy Thohir) dan Jerry Ng.

"Sejauh ini, performa positif semester pertama 2022 menunjukkan bahwa target kami dalam mengembalikan size bisnis ke level normal seperti sebelum pandemi Covid-19 tercatat on track. Tentunya, pencapaian ini berkat kepercayaan dan dukungan seluruh stakeholders kepada BFI Finance," tandas Sudjono.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN